BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
BI dan Kemenkeu perkuat koordinasi untuk tarik kembali modal asing dan perkuat Rupiah
Untuk menjaga stabilitas, BI telah meningkatkan intervensi di pasar valuta asing serta membeli obligasi pemerintah jangka panjang di pasar sekunder guna mengelola likuiditas dan menahan kenaikan yield.
BI dan Kemenkeu perkuat koordinasi untuk tarik kembali modal asing dan perkuat Rupiah
Rupiah telah melemah ke level terendah sepanjang sejarah. /Reuters

Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan menyepakati langkah untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil aset domestik guna mendorong masuknya kembali aliran modal asing serta menopang rupiah yang sempat melemah tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini ditujukan agar investor kembali melirik pasar keuangan Indonesia. 

“Kami akan meningkatkan daya tarik imbal hasil aset Indonesia sehingga arus portofolio bisa kembali,” ujarnya dalam konferensi pers di parlemen, tanpa merinci skema yang akan ditempuh.

Tekanan terhadap Indonesia terlihat dari derasnya arus keluar modal sepanjang tahun ini.

Pasar saham anjlok lebih dari 30 persen, sementara rupiah terdepresiasi di tengah kekhawatiran investor atas rencana belanja besar pemerintah, lonjakan subsidi energi, serta ketidakpastian kebijakan. Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah pun turun mendekati level terendah dalam hampir dua dekade.

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020

Untuk menjaga stabilitas, BI telah meningkatkan intervensi di pasar valuta asing serta membeli obligasi pemerintah jangka panjang di pasar sekunder guna mengelola likuiditas dan menahan kenaikan yield. 

Kementerian Keuangan juga sebelumnya melakukan pembelian kembali obligasi untuk tujuan serupa.

Dalam lelang terbaru, imbal hasil SRBI tenor satu tahun tercatat 7,25 persen, lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah tenor 10 tahun di sekitar 6,9 persen. BI juga berencana menaikkan bunga atas simpanan kas pemerintah di bank sentral guna membantu pengelolaan beban bunga dan meredakan kekhawatiran lembaga pemeringkat.

Menteri Keuangan Purbaya menyatakan koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor. 

Sebelumnya, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei, di atas ekspektasi pasar, untuk mendukung stabilitas rupiah.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
China mulai diversifikasi investasi nikel di luar Indonesia di tengah tekanan kebijakan
BI siapkan regulasi usai mandat diperluas, fokus ke pertumbuhan dan lapangan kerja
Indonesia nilai tarif tambahan AS bisa dorong daya saing ekspor produk RI
DSI resmi jadi eksportir tunggal komoditas strategis, Indonesia target dongkrak penerimaan negara
Anthropic usulkan jeda pengembangan AI global, peringatkan peran manusia kian menyempit
Kementerian Transmigrasi dan China kembangkan ekosistem pertanian di Papua Selatan
Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS
IHSG tertekan hingga 4 persen di tengah aksi jual asing dan sentimen domestik
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
Türkiye dan Indonesia percepat realisasi target perdagangan 10 miliar Dolar, kata Fidan
Pelaku usaha desak kejelasan teknis terkait kebijakan baru ekspor SDA
IHSG berpotensi volatil di tengah tekanan harga minyak dan suku bunga tinggi
Indonesia terdampak rencana tarif baru AS atas produk terkait tenaga kerja paksa
SpaceX bidik valuasi US$1,75 triliun dalam IPO, salah satu yang terbesar dalam sejarah
Perusahaan Singapura DBS akan buka 18 wealth centre baru di Asia termasuk Indonesia
Indonesia catat surplus neraca perdagangan 72 bulan berturut-turut
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
Negara bagian Florida gugat OpenAI atas dugaan dampak buruk ChatGPT
Indonesia tawarkan insentif pajak nol persen bagi eksportir patuh aturan DHE SDA
Permintaan India melemah, pemerintah turunkan harga referensi minyak kelapa sawit Juni 2026