BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
Tekanan eksternal dan melemahnya indikator ekonomi domestik membuat rupiah mencetak rekor terendah, sementara pasar saham Indonesia terkoreksi tajam.
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar dibayangi tekanan global dan domestik. / Reuters

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda tercatat turun 0,27 persen ke level Rp18.015 per dolar AS, menjadi salah satu posisi terlemahnya dalam beberapa waktu terakhir.

Pelemahan tersebut sekaligus membawa rupiah menembus batas psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Menurut dia, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong penguatan dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman kepada Antara di Jakarta, Kamis (4/6).

Selain itu, sejumlah indikator ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan pasar juga memperkuat posisi dolar. Data ketenagakerjaan dan indeks aktivitas sektor jasa Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kinerja ekonomi AS yang masih solid.

Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi domestik, sentimen pasar dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah. Namun, Lukman memperkirakan pelemahan lebih lanjut dapat tertahan oleh langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Menurutnya, bank sentral berpotensi meningkatkan intervensi di pasar keuangan seiring rupiah kembali mendekati level psikologis baru.

“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” ujarnya.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berfluktuasi di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

IHSG jatuh ke posisi terendah dalam lebih dari lima tahun

Sementara itu, Reuters melaporkan rupiah sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah di Rp18.030 per dolar AS. Sepanjang tahun ini, mata uang Indonesia telah melemah lebih dari 7,5 persen dan menjadi yang terburuk di kawasan, melampaui rupee India.

Tekanan juga terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lebih dari 4 persen pada Kamis (4/6) dan menyentuh level terendah sejak Desember 2020. Dalam dua sesi terakhir, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu telah kehilangan hampir 10 persen.

Ekonom senior ASEAN OCBC Bank, Lavanya Venkateswaran, menilai pelemahan pasar mencerminkan perubahan kebijakan yang diperburuk oleh data ekonomi yang kurang menggembirakan.

Menurutnya, pemerintah dan otoritas terkait perlu segera memberikan kepastian arah kebijakan kepada sektor swasta untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Data terbaru menunjukkan surplus perdagangan Indonesia pada April menyusut ke level terendah dalam enam tahun, sementara inflasi pada Mei bergerak mendekati batas atas target Bank Indonesia. Kondisi tersebut terjadi hanya dua pekan setelah BI secara tak terduga menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi