ASIA
1 menit membaca
Gempa M5,5 guncang perairan Kepulauan Sangihe, BMKG: tidak ada potensi tsunami
BMKG tetap mengingatkan masyarakat di wilayah sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan gempa susulan.
Gempa M5,5 guncang perairan Kepulauan Sangihe, BMKG: tidak ada potensi tsunami
BMKG menyebut gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah perairan di barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis siang (18/6/2026). Hingga saat ini, otoritas belum menerima laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 13.57 WIB dengan pusat berada sekitar 225 kilometer dari Tahuna ke arah barat laut. Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.

Dalam keterangan resminya, BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami. 

“Telah terjadi gempa bumi mag:5.5, lokasi: 225 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kedalaman 10 km, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” demikian disampaikan BMKG.

Meski demikian, lembaga tersebut tetap mengingatkan masyarakat di wilayah sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan gempa susulan. 

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG dalam peringatan lanjutannya.

Sejauh ini, pemantauan terus dilakukan oleh otoritas terkait guna memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali, terutama di kawasan yang berada dekat dengan pusat gempa di perairan utara Sulawesi tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - BNPB: Gempa M 6,7 di Sulteng sebabkan 109 warga terdampak, 32 terluka
SUMBER:TRT Indonesia