BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Penyedia infrastruktur komputasi awan berbasis AI, CoreWeave, resmi mengekspansi bisnisnya ke Indonesia dengan membangun tiga pusat data baru berkapasitas 360 megawatt.
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Logo CoreWeave terlihat pada ilustrasi ini yang diambil pada 20 Juli 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi

Perusahaan penyedia layanan cloud computing berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal Amerika Serikat, CoreWeave, mengumumkan langkah ekspansi besarnya ke Indonesia pada Selasa (4/8). Perusahaan akan membangun tiga fasilitas data center baru, sekaligus menandai kehadiran pusat data pertama mereka di kawasan Asia-Pasifik.

Langkah strategis ini diambil seiring melonjaknya permintaan global terhadap infrastruktur cloud AI, di mana banyak perusahaan teknologi berlomba mengamankan kapasitas perangkat keras dan sistem komputasi untuk mengembangkan aplikasi AI.

Lewat ekspansi di Indonesia, CoreWeave menambah kapasitas daya terontrak sebesar 360 megawatt (MW) yang tersebar di tiga fasilitas tersebut. Seluruh fasilitas ini akan dimiliki dan dioperasikan secara mandiri oleh CoreWeave.

"Di seluruh Asia, sektor korporasi, perusahaan rintisan berbasis AI, hingga lembaga pemerintah semakin membutuhkan komputasi AI yang berlokasi dekat dengan data dan pengguna mereka. Hal ini didorong oleh kebutuhan pemrosesan data berkecepatan tinggi (low latency) serta aturan kedaulatan data lokal. Langkah CoreWeave hadir di Indonesia mencerminkan pergeseran tersebut," tulis manajemen CoreWeave dalam keterangan resminya.

Sebagai bagian dari komitmen investasinya, CoreWeave juga akan merekrut dan melatih tenaga kerja lokal untuk mengoperasikan fasilitas pusat data tersebut. Kehadiran infrastruktur kelas dunia ini diyakini bakal memperkuat ekosistem digital serta mendukung ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam teknologi AI di Asia Tenggara.

Fasilitas baru di Indonesia ini kian memperluas jaringan global CoreWeave yang hingga Maret lalu telah mengoperasikan 49 pusat data di seluruh dunia. Sepanjang tahun ini, CoreWeave gencar menggelontorkan investasi hingga kisaran 31 miliar hingga 35 miliar dolar AS, termasuk menjalin kemitraan raksasa senilai 21 miliar dolar AS dengan Meta serta kerja sama jangka panjang dengan pengembang AI Anthropic.

TerkaitTRT Indonesia - Hadapi disrupsi digital, Indonesia jajaki strategi cetak talenta AI bareng India
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid