Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat, meskipun harga minyak dunia sedang melonjak tajam.
Berbicara di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta pada Senin, Bahlil menegaskan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi setidaknya hingga periode Hari Raya Idul Fitri.
Ia juga menekankan bahwa ketersediaan bahan bakar nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” tegas Bahlil dikutip oleh Antara.
Bahlil turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah lonjakan harga minyak global. Laporan media internasional menyebutkan harga minyak mentah Brent sempat menyentuh $118 per barel, level tertinggi sejak 17 Juni 2022.
Kenaikan harga energi dunia terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Situasi semakin memanas setelah pada Minggu (8/3), Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara yang menyasar fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan wilayah sekitarnya.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan berat pada beberapa fasilitas energi, termasuk Depo Minyak Shahran.








