BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Impor Indonesia melonjak 22,16 persen pada Mei 2026
BPS mencatat nilai impor Indonesia mencapai US$24,81 miliar pada Mei 2026, naik 22,16 persen secara tahunan. Kenaikan terutama ditopang impor migas dan bahan baku/penolong.
Impor Indonesia melonjak 22,16 persen pada Mei 2026
Foto file ilustrasi kontainer di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia. / Reuters

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$24,81 miliar. Angka tersebut meningkat 22,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan impor terjadi pada komoditas migas maupun nonmigas. Impor migas tercatat sebesar US$4,51 miliar atau melonjak 70,78 persen secara tahunan, sedangkan impor nonmigas mencapai US$20,30 miliar atau meningkat 14,69 persen.

"Secara tahunan, kenaikan impor didorong oleh impor nonmigas dengan andil sebesar 12,95 persen," kata Ateng dalam konferensi pers BPS, Rabu (1/7).

Berdasarkan kelompok penggunaannya, seluruh komponen impor mencatat pertumbuhan pada Mei 2026. Impor barang konsumsi naik 21,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara impor bahan baku dan barang penolong meningkat 25,17 persen dan menjadi penyumbang terbesar dengan andil 17,41 persen.

Di sisi lain, impor barang modal juga mengalami kenaikan sebesar 12,70 persen secara tahunan. Peningkatan pada kelompok ini mencerminkan masih kuatnya aktivitas industri dan investasi yang membutuhkan pasokan mesin maupun peralatan dari luar negeri.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai US$111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari total tersebut, impor nonmigas masih mendominasi dengan nilai US$93,88 miliar atau meningkat 13,16 persen secara tahunan. Sementara itu, impor migas mencapai US$17,45 miliar, melonjak 27,89 persen dibandingkan Januari-Mei 2025.

Data impor ini melengkapi kinerja perdagangan Indonesia pada Mei 2026 dan menjadi salah satu indikator yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang modal, serta energi untuk mendukung aktivitas produksi dan konsumsi di dalam negeri.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia target hentikan impor BBM solar lewat implementasi B50 mulai Juli 2026
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia-Kamerun dan Afrika Tengah perkuat kemitraan ekonomi senilai $60 juta
Konsensus tipis ekonom perkirakan Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di tengah gejolak pasar
Pasar saham dan rupiah perlahan bangkit usai ancaman pembekuan dari MSCI
Dua tahun Prabowo-Gibran, Danantara perluas hilirisasi melalui 26 proyek senilai Rp225 triliun
Indonesia-Timor Leste perluas kerja sama ekonomi dengan perjanjian investasi bilateral
Indonesia-Rusia dorong perluasan akses pasar melalui Perjanjian Perdagangan Bebas I-EAEU
Kemenperin dan Rusia petakan lima sektor prioritas untuk perkuat kerja sama industri bilateral
Indonesia mulai pertukaran data pajak kripto lintas negara pada 2027
Langkah MSCI pangkas status Indonesia bayangi pasar, ancam arus modal dan rupiah
MSCI ancam hapus Indonesia dari indeks global, IHSG dan rupiah anjlok
IHSG anjlok terparah sejak 1998 usai MSCI gagas penurunan status ke pasar 'standalone'
Indonesia targetkan potensi ekspor $60,5 miliar di empat pasar utama
Indonesia dan Yunani gelar pertemuan JCEC perdana, perluas perdagangan dan investasi bilateral
IMF proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di tengah tekanan global
Emas dunia turun ke $4.168, rupiah melemah dan IHSG mendekati level 5.900
OJK beri peringatan keras soal risiko aset digital dan AI terhadap stabilitas perbankan
Gubernur BI beberkan strategi jaga rupiah dan kurangi ketergantungan dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia naik 26,1 persen, tembus $112,81 per barel
Eni lepas porsi saham di blok migas Indonesia ke Pertamina dan Medco Energi
IsDB siapkan strategi kemitraan $2,56 miliar untuk dukung transformasi ekonomi Indonesia