Indonesia dan China terus mengakselerasi kerja sama di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) guna mempercepat transisi energi nasional. Kolaborasi ini kini mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pengembangan rantai pasokan, hingga sektor manufaktur.
Komitmen tersebut terlihat pada ajang Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) China 2026 di Provinsi Shanxi, di mana delegasi Indonesia hadir untuk pertama kalinya. Forum internasional ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri EBT kedua negara untuk menjajaki teknologi terbaru.
Provinsi Shanxi, lokasi digelarnya pameran, merupakan pusat energi utama China yang telah berhasil mentransisi sistem energinya. Pada 2025, kapasitas terpasang energi bersih di Shanxi mencapai 90,48 juta kilowatt (55,1 persen dari total pembangkit), untuk pertama kalinya melampaui porsi pembangkit listrik tenaga batu bara.
Kerja sama Indonesia dan China di sektor energi terbarukan sendiri telah membuahkan hasil nyata lewat beberapa proyek infrastruktur strategis nasional. Salah satunya adalah PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat berkapasitas 192 megawatt yang dibangun oleh PowerChina. Proyek ini resmi beroperasi penuh sejak 2023 untuk memasuk listrik bersih ke jaringan Jawa-Madura-Bali.
Selain itu, PLTS Karawang berkapasitas 100 megawatt yang mulai dioperasikan pada 2024 kini mampu menghasilkan lebih dari 150 juta kWh listrik bersih per tahun. Proyek ini sanggup memenuhi kebutuhan energi 112.000 rumah tangga sekaligus menekan emisi karbon hingga 114.700 ton per tahun.
Sinergi kedua negara kini mulai bergeser dari sekadar pembangunan proyek menjadi pengembangan ekosistem manufaktur dalam negeri. Pemerintah Indonesia berupaya memanfaatkan transfer teknologi China guna mempercepat produksi sel surya, modul, hingga sistem penyimpanan energi (storage).
Sektor baterai dan kendaraan listrik berbasis investasi China juga tumbuh pesat di Tanah Air. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk mengubah posisi Indonesia dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi hub manufaktur dan pengolahan EBT global.
Melalui Forum Energi China-Indonesia, kedua pihak berkomitmen mengoptimalkan potensi EBT Indonesia yang melimpah—seperti tenaga surya, air, dan panas bumi—lewat dukungan teknologi matang dari mitra China.


























