Pemerintah Indonesia mempercepat program Gerakan Tanam (Gertam) padi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dengan cakupan lahan seluas 750 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mendatangi Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, bersama Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy untuk meninjau pelaksanaan program tersebut pada Sabtu (30/5). Tim peninjau memantau penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektare yang menjadi bagian dari total target harian tanam 750 hektare.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana pertanian kepada petani setempat, yang mencakup benih padi, benih jagung, hand tractor, hingga rotavator. Pemerintah terus memastikan ketersediaan input produksi seperti air irigasi, benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian.
Ia juga menyoroti peran strategis Lamongan sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Jawa Timur, dengan indikator pertanian yang menunjukkan tren positif dari sisi luas panen, produktivitas, dan output produksi.
Mitigasi ancaman El Nino
Di sisi lain, Kementerian Pertanian memperkuat langkah mitigasi terhadap ancaman El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus. Pemerintah memastikan cadangan pangan nasional masih berada pada level aman.
“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama kurang lebih 11 bulan,” kata Sudaryono.
Upaya tersebut mencakup penguatan sistem irigasi, rehabilitasi jaringan air, pengeboran sumur, serta program pompanisasi yang sejak 2024 telah mendistribusikan hampir 100 ribu unit pompa ke berbagai daerah produksi pangan.
Dengan kombinasi percepatan tanam, penguatan infrastruktur, modernisasi alat pertanian, serta strategi mitigasi iklim, pemerintah menargetkan stabilitas produksi pangan nasional tetap terjaga di tengah tekanan cuaca ekstrem dan tantangan global yang terus berkembang.






















