PM Malaysia Anwar telepon Presiden Erdogan usai rudal balistik menyasar ke Türkiye

Dalam panggilan telepon, Malaysia menyampaikan solidaritas kepada Türkiye dan kedua pemimpin tersebut menyerukan bahwa semua pihak perlu menunjukkan sikap menahan diri.

By
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyambut Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Arsip AA)

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan solidaritas Malaysia kepada Türkiye setelah sebuah rudal balistik dilaporkan mengarah ke wilayah udara negara tersebut, dalam perkembangan terbaru yang menambah kekhawatiran atas situasi keamanan yang kian rapuh di Timur Tengah.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan pada Kamis malam (5/3), Anwar mengatakan kedua pemimpin membahas meningkatnya ketegangan regional menyusul serangkaian serangan yang mengancam stabilitas kawasan.

“Saya menyampaikan solidaritas Malaysia kepada Türkiye menyusul insiden sebuah rudal balistik yang mengarah ke wilayah udara negara tersebut—perkembangan yang menegaskan betapa rapuhnya situasi keamanan kawasan saat ini,” kata Anwar dalam pernyataan resmi yang ia tulis di platform sosial media pribadinya.

Menurut Anwar, dirinya dan Erdogan juga bertukar pandangan mengenai eskalasi konflik di Asia Barat yang berpotensi memicu instabilitas lebih luas. 

Kedua pemimpin sepakat bahwa semua pihak perlu menunjukkan sikap menahan diri serta kebijaksanaan untuk mencegah situasi semakin memburuk.

Dalam pembicaraan tersebut, Anwar juga menyinggung pembunuhan sejumlah pemimpin senior Iran, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menurutnya dapat memperburuk dinamika keamanan kawasan.

“Perkembangan seperti ini berisiko mendorong Asia Barat (Timur Tengah) menuju periode ketidakstabilan yang serius dan berkepanjangan,” ujarnya.

Anwar turut menyampaikan apresiasi terhadap peran Erdogan di dunia Muslim, termasuk upaya Türkiye untuk membuka ruang dialog diplomatik antara Washington dan Teheran guna meredakan ketegangan yang meningkat.

Selain itu, kedua pemimpin juga menyinggung isu Palestina. 

“Mengenai Palestina, saya menyampaikan penghargaan kepada Türkiye dan beberapa negara lain yang telah mengecam keputusan Israel untuk memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Sikap Malaysia jelas—tindakan rezim Zionis tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” pungkas Anwar.