ASIA
2 menit membaca
PT PAL serahkan kapal pendarat ketiga untuk Angkatan Laut Filipina
PT PAL Indonesia resmi menyerahkan kapal Landing Dock (LD-603) kepada Angkatan Laut Filipina. Kapal multifungsi itu menjadi unit ketiga yang diproduksi Indonesia untuk memperkuat armada negara tetangga tersebut.
PT PAL serahkan kapal pendarat ketiga untuk Angkatan Laut Filipina
Launching Ceremony Future Landing Dock (LD)-603 di PT PAL Indonesia. Foto: CorcommPAL

PT PAL Indonesia resmi meluncurkan sekaligus menyerahkan kapal Landing Dock (LD-603) kepada Angkatan Laut Filipina dalam seremoni yang digelar di Graving Dock 50.000 DWT "Orca", Surabaya, Selasa (30/6).

Acara tersebut dihadiri jajaran direksi PT PAL, perwakilan Danantara, serta delegasi Angkatan Laut Filipina yang dipimpin Flag Officer in Command (FOIC) Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta. Pelepasan kapal juga dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api.

Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan pembangunan LD-603 melibatkan berbagai perusahaan dalam negeri, baik BUMN maupun swasta, guna meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat ekosistem industri maritim nasional.

Menurut Kaharuddin, PT PAL juga berhasil memangkas waktu produksi di dalam dok menjadi hanya enam bulan berkat peningkatan efisiensi dalam proses manufaktur.

"Kapal ini memiliki berbagai fungsi, mulai dari mendukung operasi militer, penanggulangan bencana, mobilisasi pasukan, evakuasi korban, hingga pengiriman logistik dalam jumlah besar," ujarnya.

LD-603 merupakan kapal ketiga yang dipesan Filipina dari PT PAL. Sementara itu, kapal keempat dengan nomor LD-604 ditargetkan meluncur pada tahun ini.

Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta menyambut baik penyerahan kapal tersebut. Ia mengatakan Filipina telah lama menantikan kehadiran LD-603 karena pengalaman positif menggunakan kapal-kapal sebelumnya buatan PT PAL.

Sebagai negara kepulauan yang kerap menghadapi bencana alam, Filipina menilai kapal pendarat multifungsi itu memiliki peran penting untuk mendukung operasi kemanusiaan, distribusi logistik, dan mobilitas militer, khususnya ke wilayah-wilayah terpencil.

Meski nama resmi kapal belum diumumkan, Jose menegaskan Angkatan Laut Filipina memandang PT PAL sebagai mitra strategis yang tepercaya dengan kualitas produk yang telah terbukti.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Filipina sepakati skema barter dagang senilai $350 juta
SUMBER:TRT Indonesia