Banjir dan longsor terjang lima kecamatan di Cianjur, akses warga terputus
Banjir dan longsor melanda lima kecamatan di Cianjur, Jawa Barat, akibat hujan deras pada hari Selasa dari sore hingga malam. Sejumlah akses jalan terputus dan jembatan gantung di Tanggeung rusak parah.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa petang memicu bencana banjir dan tanah longsor di lima kecamatan, kecamatan terdampak yakni Mande, Cugenang, Naringgul, Cidaun, dan Tanggeung.
Akibat bencana alam ini, sejumlah akses jalan terputus dan lahan pertanian warga rusak.
“Banjir melanda Kecamatan Cidaun dan Tanggeung, sementara longsor terjadi di Naringgul, Cugenang, dan Mande,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat dikutip dari Detik News.
Asep menjelaskan, banjir di Kecamatan Tanggeung menjadi yang paling parah setelah luapan Sungai Cibuni merusak jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pageurmaneh dan Desa Karangtengah.
Akses utama warga pun lumpuh total. Di Kecamatan Cidaun, air meluap akibat tanggul jebol, merendam beberapa hektare sawah penduduk.
Sementara itu, di wilayah Mande dan Cugenang, longsor menimbun jalan kampung dan menghambat mobilitas warga. Sedangkan di Kecamatan Naringgul, material tanah dan batu menutupi lahan pertanian.
“Di Mande, ada satu rumah yang terdampak longsor, tapi kerusakannya tidak terlalu berat,” tambah Asep.
Pihak BPBD setempat saat ini masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk penanganan darurat serta perbaikan akses yang terdampak bencana.