Pemerintah Singapura menyelidiki perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan di Indonesia setelah kabut asap memperburuk kualitas udara di Asia Tenggara. Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan tindakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti bertanggung jawab.
Dalam pernyataan di Facebook pada Kamis (15/10), Wong mengatakan Singapura juga membuka peluang untuk mengambil langkah bersama negara lain. Pemerintah akan menggunakan Transboundary Haze Pollution Act, yang memungkinkan penindakan terhadap perusahaan dengan aktivitas di luar negeri yang menyebabkan atau turut memperburuk pencemaran udara di Singapura.
“Kami tidak dapat mengendalikan cuaca maupun arah angin, dan juga tidak bisa secara langsung mengatur apa yang terjadi di luar perbatasan kami,” kata Wong. Ia menegaskan pemerintah akan berupaya melindungi masyarakat sekaligus bekerja sama dengan negara tetangga untuk mengatasi penyebab utama kabut asap.
Pada Jumat (16/10), Singapura menempati posisi pertama dalam daftar kota besar dengan polusi udara tertinggi menurut IQAir, disusul Jakarta di posisi kedua dan Kuala Lumpur di posisi kelima. Indeks kualitas udara Singapura mencapai 236, masuk kategori sangat tidak sehat.
Meski tidak memiliki sumber kebakaran hutan, sejumlah perusahaan pemegang konsesi di Indonesia dilaporkan berkantor di Singapura. Penyelidikan terkendala kebutuhan kerja sama otoritas asing, pertukaran data titik panas, dan klaim lahan.
Upaya hukum dan penanganan asap
Undang-undang antikabut asap lintas batas diberlakukan pada 2014 setelah krisis polusi 2013. Penyelidikan terhadap empat perusahaan Indonesia yang diduga terlibat dalam kabut asap 2015 masih berlangsung dan sempat membebani hubungan kedua negara.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan pemerintah masih meninjau data sebelum menentukan langkah selanjutnya. Ia berharap Indonesia dapat mengendalikan kebakaran di tengah cuaca kering akibat El Nino.
Fu menyatakan Singapura siap membantu Indonesia dan menantikan pembahasan kabut asap di tingkat ASEAN. Pemerintah berharap kebakaran dapat dipadamkan dalam satu bulan.
Untuk mengurangi dampak polusi, Singapura membagikan masker N95 dan menyediakan ruang berpendingin udara di sejumlah balai komunitas. Sport Singapore juga menutup sementara fasilitas olahraga luar ruangan dan tanpa pendingin udara di wilayah barat.
Pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas distribusi masker melalui sejumlah titik pengambilan dan mesin penjual masker. Fu mengatakan proses distribusi membutuhkan waktu untuk menjangkau seluruh wilayah.






















