PM Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan akan hadiri KTT D-8 di Jakarta

Kehadiran Anwar dalam pertemuan tersebut akan menyoroti upaya memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara anggota, khususnya peningkatan perdagangan di dalam blok D-8.

By
PM Anwar Ibrahim menyampaikan pidatonya selama upacara penutupan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 28 Oktober 2025. / Arsip Reuters

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dipastikan akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing 8 Organization for Economic Cooperation (D-8) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta.

Konfirmasi tersebut disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin saat ditemui awak media di sela acara buka puasa dan perpisahan di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada Rabu.

“PM akan hadir untuk acara KTT D-8 nanti dan kami akan melakukan persiapan yang sebaik mungkin, agar lawatan beliau nanti berjalan dengan lancar. Dan, dapat mencapai objektif baik secara bilateral maupun dalam konteks kerjasama D-8 dalam memberi dukungan kepada keketuaan Indonesia sebagai Ketua D-8,” ujar Syed menurut kantor berita nasional RRI.

Malaysia menilai peningkatan perdagangan di antara negara anggota memerlukan berbagai langkah untuk mempermudah kerja sama, termasuk mengurangi hambatan di berbagai sektor. Dengan D-8 diharapkan dapat menjadi pasar alternatif bagi negara anggotanya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Isu Palestina

Terkait rencana pembahasan mengenai Palestina yang dijadwalkan sebagai agenda sampingan KTT, Syed mengatakan pihaknya belum memiliki rincian lebih lanjut mengenai posisi yang akan disampaikan Malaysia. 

Ia menambahkan bahwa Malaysia, Indonesia, dan negara lain pada dasarnya memiliki sikap serupa terkait isu Palestina, meskipun pendekatan yang diambil bisa berbeda.

KTT D-8 ke-12 di bawah keketuaan Indonesia akan digelar pada 15 April 2026 di Jakarta. Indonesia memulai masa keketuaan D-8 pada 1 Januari 2026 dengan fokus memperkuat solidaritas dan kerja sama negara-negara Global South melalui tema “Menavigasi Perubahan Global, Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

Organisasi D-8 sendiri didirikan pada 15 Juni 1997 di Istanbul dengan tujuan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor seperti perdagangan, pertanian, energi, transportasi, pariwisata, dan industri. Saat ini organisasi tersebut beranggotakan Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye.