Blokade Israel lumpuhkan 70 persen produksi air Gaza: PBB

Juru bicara AS menyebut mitra kemanusiaan tengah mencari sumber air alternatif dan menambah distribusi air tangki demi menjaga akses air minum aman.

By
Seorang wanita Palestina mengambil air di dekat reruntuhan bangunan tempat tinggal di Jabalia, Gaza utara pada 31 Desember 2025. / Reuters Archive

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sekitar 70 persen produksi air di Kota Gaza terganggu akibat hambatan Israel terkait perbaikan jalur pasokan utama. Gangguan ini terjadi karena Israel memblokir masuknya komponen yang dikategorikan sebagai barang “dual-use”, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

“Para mitra kami yang bekerja di sektor air, sanitasi, dan kebersihan memperingatkan bahwa sekitar 70 persen total produksi air Kota Gaza saat ini terganggu akibat kendala dalam memperbaiki jalur pasokan air Mekorot,” kata juru bicara PBB Farhan Haq, mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam konferensi pers pada Rabu.

Ia menjelaskan jalur tersebut “berasal dari Israel menuju Gaza dan berada di sebelah timur garis yang disebut ‘Yellow Line’, lokasi di mana pasukan Israel masih dikerahkan.”

Haq mengatakan penilaian terhadap pipa yang rusak “menunjukkan perlunya bagian pipa baja yang tidak tersedia di Gaza dan dilarang masuk karena diklasifikasikan sebagai barang ‘dual-use’.”

Ia juga menyebut Israel pada Minggu menolak permintaan lain dari mitra PBB untuk memperbaiki sebuah sumur yang merupakan salah satu sumber air “penting” bagi wilayah tersebut. “Para mitra kami kini mencari sumber air alternatif dan meningkatkan distribusi air tangki untuk memastikan akses berkelanjutan terhadap air bersih,” ujarnya.

“OCHA menegaskan kembali perlunya perluasan akses, termasuk untuk barang-barang krusial yang dikategorikan sebagai ‘dual-use’. Tanpa itu, perbaikan layanan paling dasar, seperti akses air minum aman, tidak akan terwujud,” kata Haq.

Seiring berlanjutnya kondisi musim dingin, Haq menyoroti meningkatnya risiko kemanusiaan. “Saat Gaza masih dilanda musim dingin, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan satu lagi kematian anak akibat hipotermia kemarin. Dengan demikian, total kematian terkait cuaca dingin musim ini menjadi sembilan,” ujarnya.

Ia mendesak “solusi mendesak, termasuk mengizinkan masuknya baterai, panel surya, dan sumber energi lain yang dibutuhkan untuk menyiapkan ruang pemanas komunal.”

Israel terus menduduki zona penyangga di bagian selatan dan timur Gaza, serta wilayah luas di bagian utara, sehingga menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut, menurut data militer Israel.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel telah menewaskan 483 warga Palestina dan melukai 1.287 lainnya. Pada saat yang sama, Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya makanan, bahan tempat tinggal, dan pasokan medis ke Gaza.

Sekitar 2,4 juta warga Palestina kini hidup dalam kondisi yang kian memprihatinkan.

Sejak dimulainya ofensif militer Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, lebih dari 71.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 171.000 lainnya terluka, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

PBB memperkirakan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza telah hancur, dengan biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.