Washington DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, dengan menyoroti isu Iran, konflik global, serta komitmen pendanaan besar dari AS.
Dalam pidatonya, Trump kembali mendorong Iran untuk segera mencapai kesepakatan diplomatik terkait program nuklirnya. Ia juga memberi sinyal kemungkinan konsekuensi militer jika perundingan gagal.
Selain itu, Trump mengumumkan rencana kontribusi AS sebesar US$10 miliar untuk mendukung upaya penyelesaian konflik global melalui forum tersebut.
Ia menyebut Board of Peace akan bekerja berdampingan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sembari mendorong reformasi yang menurutnya gagal diwujudkan melalui diplomasi sebelumnya. Trump juga menyinggung gencatan senjata antara Israel dan Hamas sebagai bukti bahwa jalur diplomasi masih memungkinkan.
Berikut lima poin utama dari pidato Trump pada Kamis waktu setempat:
1. Perdamaian mudah diucapkan, sulit diwujudkan
Trump menegaskan misi Board of Peace sederhana secara konsep, yakni menghadirkan perdamaian. Forum tersebut dihadiri perwakilan lebih dari 40 negara serta pengamat dari belasan negara lain.
Menurutnya, kata “damai” mudah diucapkan tetapi sulit diwujudkan. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan kerja sama internasional agar perdamaian tidak hanya tercapai, tetapi juga bertahan.
2. AS gelontorkan US$10 miliar
Trump mengumumkan komitmen pendanaan AS sebesar US$10 miliar untuk mendukung kerja Board of Peace, dimulai dari rekonstruksi dan stabilitas Gaza.
Ia menyebut dana tersebut sebagai investasi bagi stabilitas kawasan yang dinilai penting dan strategis. Setiap dolar yang dikeluarkan, kata dia, merupakan investasi untuk harapan dan harmoni.
Trump juga menyebut sejumlah negara seperti Arab Saudi, Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Uzbekistan, dan Kuwait telah mengucurkan lebih dari US$7 miliar untuk bantuan Gaza.
Sementara itu, Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, dan Kazakhstan disebut telah berkomitmen mengirim pasukan dan polisi guna membantu stabilisasi Gaza. Mesir dan Yordania juga disebut memberikan dukungan berupa pasukan, pelatihan, serta dukungan bagi pembentukan kepolisian Palestina.
3. Tekanan ke Iran soal nuklir
Dalam pidatonya, Trump kembali mendesak Iran segera menyepakati perjanjian terkait program nuklirnya. Ia memperingatkan bahwa “hal buruk” dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai.
Trump mengisyaratkan perkembangan bisa terjadi dalam sekitar 10 hari ke depan. Ia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena hal tersebut akan menghambat perdamaian di Timur Tengah.
Menurutnya, pembicaraan berjalan cukup baik, namun mencapai kesepakatan bermakna dengan Teheran bukan perkara mudah.
4. Board of Peace akan perkuat peran PBB
Trump memposisikan Board of Peace sebagai entitas yang akan mengawasi sekaligus memperkuat kinerja PBB. Ia mengatakan forum tersebut akan memastikan PBB berjalan dengan baik, memiliki fasilitas memadai, dan dukungan pendanaan yang cukup.
Ia mengkritik pendekatan internasional sebelumnya yang dianggap tidak efektif. Namun, Trump juga menegaskan PBB memiliki potensi besar dan tetap menjadi lembaga penting di tingkat global.
5. Optimisme dari pengalaman sebelumnya
Trump menyoroti perannya dalam berbagai upaya penyelesaian konflik, termasuk penghentian perang Israel di Gaza serta pemulangan sandera.
Ia juga kembali mengklaim berkontribusi dalam mengakhiri delapan konflik, termasuk ketegangan India-Pakistan pada Mei 2025.
Trump menyatakan optimistis Board of Peace mampu menyelesaikan persoalan yang selama ini dianggap mustahil. Ia menyebut Norwegia akan menjadi tuan rumah agenda berikutnya, dengan keterlibatan banyak pemimpin dunia dalam forum tersebut.













