BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Pemerintah memfasilitasi ratusan pelaku UMKM lewat pelatihan teknologi AI untuk riset pasar, pembuatan konten, hingga strategi iklan digital.
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka program pendampingan “Reach the Global Market with AI” di Kantor Kementerian Perdagangan. Foto: Kemendag RI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan kualitas produk yang diimbangi dengan pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran produk.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya penguasaan teknologi tersebut saat membuka program pendampingan "Jangkau Pasar Global dengan AI" di Kantor Kemendag, Jakarta. Program ini merupakan kolaborasi antara Kemendag, Meta Indonesia, dan UKMIndonesia.id.

"Produk yang baik adalah syarat utama, tetapi yang tidak kalah penting adalah cara menjualnya. Produk berkualitas harus diimbangi dengan pemasaran yang efektif agar bisa menjangkau konsumen, termasuk pasar internasional," ujar Budi dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari RRI. "UMKM harus jualan secara cerdas, dan teknologi digital membuka peluang pemasaran yang lebih luas."

Budi menjelaskan bahwa teknologi AI dapat membantu pelaku usaha melakukan riset pasar global, merancang konten promosi, menyusun strategi periklanan, hingga berkomunikasi dengan calon pembeli dari negara tujuan. Optimalisasi AI diharapkan mampu mendongkrak kontribusi UMKM terhadap total nilai ekspor nasional yang pada 2025 lalu mencatatkan angka 15,7 persen.

Program pendampingan ini menyasar 200 pelaku UMKM yang tersebar di Bandung, Batam, dan Jakarta. Khusus untuk wilayah Jakarta, sebanyak 100 pelaku UMKM terpilih melalui proses kurasi ketat dari total 580 pendaftar.

Rangkaian pelatihan mencakup pemanfaatan fitur Meta Advantage+ untuk pembuatan katalog digital dan praktik periklanan terarah. Setelah lokakarya, para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tujuh hari untuk mengoptimalkan performa iklan mereka.

Pada tahap lanjutan, para peserta akan dibimbing langsung oleh Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) guna memastikan kesiapan ekspor. Hasil akhir program ini nantinya akan dihimpun dalam Katalog Ekspor UMKM yang diserahkan secara resmi kepada Menteri Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pertengahan Oktober mendatang.

TerkaitTRT Indonesia - AI masuk kurikulum: 7 kementerian tetapkan pedoman penggunaan di pendidikan
SUMBER:TRT Indonesia