ASIA
2 menit membaca
Jepang dan ASEAN perkuat kemitraan ekonomi hadapi ketidakpastian global
Jepang dan ASEAN sepakati perluasan perjanjian kemitraan ekonomi, membidik ketahanan energi, stabilitas rantai pasok, dan penguatan teknologi kecerdasan buatan.
Jepang dan ASEAN perkuat kemitraan ekonomi hadapi ketidakpastian global
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Manila, Filipina, 22 Juli 2026. / AP

Jepang dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepakat memperkuat serta memperluas cakupan perjanjian kemitraan ekonomi bilateral untuk merespons ketidakpastian global yang kian meningkat.

Kesepakatan itu tercapai dalam lawatan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Akazawa Ryosei ke Manila, Filipina. Ia menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Filipina Maria Cristina Roque, yang negaranya memegang keketuaan ASEAN 2026. Laporan kantor berita NHK menyebut kedua belah pihak berkomitmen penuh mengokohkan fondasi ekonomi regional.

"Ini saatnya ASEAN dan Jepang menyatukan kekuatan untuk mengubah berbagai tantangan menjadi peluang," ujar Akazawa, menekankan urgensi kolaborasi erat di tengah dinamika geopolitik dunia.

Senada dengan itu, Menteri Roque menegaskan bahwa arti strategis kerja sama ini semakin krusial bagi kawasan di tengah bayang-bayang instabilitas ekonomi global. Agenda utama perundingan tersebut berfokus pada pengamanan rantai pasok, jaminan ketahanan energi, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat.

Mengenal Kekuatan Strategis ASEAN

Dibentuk di Bangkok pada 1967, ASEAN kini menyatukan 11 negara anggota, yakni Vietnam, Thailand, Singapura, Filipina, Myanmar, Malaysia, Laos, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Organisasi kawasan ini berfokus memperkuat kerja sama antarnegara serta diplomasi ekonomi.

Bagi Indonesia dan negara-negara anggota lainnya, penguatan koridor ekonomi ini menjadi modal vital. Dengan kekuatan gabungan Produk Domestik Bruto (PDB) yang melampaui 4 triliun dolar AS serta pasar potensial lebih dari 650 juta jiwa, kawasan ini bertekad menjaga tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi dan keamanan regional.

TerkaitTRT Indonesia - Musim karhutla Indonesia uji respons ASEAN hadapi kabut asap lintas batas
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi