Kedutaan Besar Türkiye di Jakarta menggelar perayaan Hari Sarapan Dunia pada Minggu (7/6), memadukan promosi budaya kuliner dengan penegasan arah baru kerjasama strategis antara Türkiye dan Indonesia, khususnya di sektor pendidikan, transfer teknologi, dan pertahanan.
Duta Besar Türkiye untuk Indonesia Talip Kucukcan mengatakan hubungan kedua negara saat ini berada dalam fase yang semakin kuat, didorong oleh komunikasi intensif di tingkat pemimpin. Hal ini mengemuka setelah pertemuan Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, beberapa hari sebelumnya.
“Pertemuan berlangsung sangat ramah dan produktif, mencakup isu regional, global, serta kerja sama bilateral di bidang pertahanan, teknologi, dan keamanan,” kata Talip di sela acara dikutip oleh RRI.

Ia menambahkan bahwa Ankara dan Jakarta kini berupaya memastikan berbagai inisiatif yang telah dirintis dapat berjalan lebih konkret, dengan pendidikan sebagai salah satu pilar utama. Selain itu, kerja sama transfer teknologi dan sektor pertahanan dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie mengungkapkan kedua negara tengah membahas perluasan kolaborasi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta kedokteran.
“Kami membicarakan perluasan kerja sama ke bidang STEM dan kedokteran, yang menjadi perhatian Presiden Prabowo,” ujarnya.
Di luar isu strategis, kedua pihak juga menyinggung koordinasi diplomatik terkait pembebasan warga negara Indonesia yang sebelumnya ditahan Israel usai mengikuti misi kemanusiaan Flotilla Sumud.

Talip menilai kemitraan yang semakin erat membuka peluang bagi Türkiye dan Indonesia untuk memainkan peran lebih besar di panggung global. “Kami percaya kedua negara dapat membuat perbedaan di forum internasional,” katanya.
Konsep nol limbah
Perayaan Hari Sarapan Dunia sendiri menjadi bagian dari pendekatan diplomasi lunak Türkiye. Acara ini menghadirkan hampir 20 menu khas dan dirancang untuk mempertemukan masyarakat kedua negara dalam suasana santai.
Selain memperkenalkan kuliner, kegiatan ini juga mengangkat kampanye keberlanjutan melalui konsep nol limbah yang diprakarsai oleh Ibu Negara Türkiye Emine Erdogan.
Konsep tersebut kini menjadi bagian dari pendidikan di Türkiye, dengan penekanan pada pengelolaan sumber daya secara bijak sejak dini.

Sejumlah tokoh yang hadir menilai kegiatan ini sebagai bentuk diplomasi budaya yang efektif. Hari Sarapan Dunia diperingati setiap Minggu pertama bulan Juni dan ditetapkan UNESCO sejak 2020 untuk mempromosikan pentingnya nutrisi serta warisan kuliner global.



























