BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
OJK revisi aturan bursa karbon demi dorong transaksi pasar
OJK merevisi aturan perdagangan karbon untuk meningkatkan likuiditas pasar domestik, di tengah potensi tambahan unit karbon senilai hingga Rp1,36 triliun.
OJK revisi aturan bursa karbon demi dorong transaksi pasar
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.

Otoritas Jasa Keuangan merevisi Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon guna meningkatkan likuiditas pasar karbon nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan revisi dilakukan seiring besarnya potensi perdagangan karbon di dalam negeri.

Menurutnya, terdapat 49 proyek baru pengurangan emisi yang diperkirakan mampu menghasilkan 7,69 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Selain itu, 10 proyek yang sudah berjalan diproyeksikan menambah suplai sekitar 2,15 juta ton CO2e.

Dengan tambahan tersebut, total unit karbon yang berpotensi diperdagangkan diperkirakan mencapai 9,54 juta ton CO2e.

“Total proyeksi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan mencapai 9,54 juta ton CO2 ekuivalen. Nilainya diperkirakan berkisar Rp560,9 miliar hingga Rp1,36 triliun berdasarkan harga unit karbon di IDX Karbon saat ini,” ujar Friderica dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis.

OJK optimistis pasar karbon Indonesia akan terus berkembang melalui penguatan regulasi dan koordinasi lintas kementerian. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun pasar yang transparan sekaligus mencegah praktik double counting atau pencatatan ganda kredit karbon.

Meski demikian, Friderica mengakui nilai transaksi pasar karbon domestik masih relatif kecil. Hingga kini, total transaksi bursa karbon nasional baru mencapai sekitar Rp93,75 miliar.

Nilai tersebut masih jauh dibandingkan pasar karbon global. Pasar karbon Uni Eropa tercatat bernilai sekitar US$700 miliar, sementara pasar karbon China mencapai sekitar US$40 miliar.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan keterbatasan suplai unit karbon masih menjadi tantangan utama karena banyak proyek karbon masih dalam tahap sertifikasi.

Ia berharap implementasi Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dapat mempercepat pencatatan unit karbon dalam Sistem Registri Nasional yang nantinya terhubung langsung dengan bursa karbon nasional.

“Kami berharap semakin banyak unit karbon tercatat di Sistem Registri Unit Karbon yang terhubung dengan bursa karbon,” kata Hasan.

OJK juga terus mendorong integrasi pasar primer dan sekunder karbon nasional. Selain regulasi, pengembangan pasar karbon disebut turut dipengaruhi kebijakan pendukung lain seperti penerapan pajak karbon dan kuota emisi.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia bergabung dalam koalisi global penguatan pasar karbon
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Industri migas Indonesia catat penggunaan produk lokal US$1,5 miliar hingga April 2026
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
SpaceX milik Elon Musk siap gelar IPO besar-besaran, bidik valuasi Rp28 kuadriliun
Pasar Indonesia tertekan, Singapura maju sebagai pasar saham terbesar ASEAN
Prabowo targetkan Rupiah 2027 di Rp16.800–17.500, siapkan kebijakan untuk redam tekanan
BI naikkan suku bunga acuan jadi 5,25 persen untuk jaga rupiah
Sektor perbankan siap hadapi potensi kenaikan suku bunga di tengah tekanan Rupiah
Realisasi anggaran MBG capai Rp75 triliun hingga April 2026
Presiden Prabowo akan pusatkan ekspor komoditas untuk tingkatkan penerimaan negara
Prabowo janjikan defisit APBN 2027 di kisaran 1,8–2,4 persen
Para menteri keuangan G7 sepakat siapkan respons bersama hadapi risiko ekonomi global
Harga nikel naik di tengah penurunan output industri di Indonesia
Indonesia incar tabung CNG buatan China untuk dukung transisi dari LPG
Produksi minyak Pertamina capai 1.321 BOPD di lepas pantai Jawa Barat
Indonesia tetap lanjut impor minyak Rusia usai pelonggaran sanksi AS berakhir
KAI perkuat uji kesiapan teknis menuju transisi energi biodiesel B50
Bank Indonesia catat pertumbuhan utang luar negeri melambat di awal 2026
Rupiah kembali melemah ke level terendah, tembus Rp17.630 per dolar AS pada awal pekan
Ekspor pupuk Indonesia ke Australia mencapai Rp7 triliun, Mentan targetkan lebih pasar dunia
Krisis sulfur tekan industri nikel Indonesia di tengah perang Iran