144 juta warga diperkirakan mudik lebaran, arus kendaraan dari Jakarta melonjak tajam

Pemerintah memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan tahun ini. Pergerakan massal ini mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil, kereta api, hingga kapal laut.

By
Sekitar 144 juta warga Indonesia melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Idul Fitri. / Reuters

Ratusan juta warga di seluruh Indonesia mulai melakukan Mudik sejak awal minggu ini menuju kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri pada tanggal 19-20 Maret mendatang. 

Pemerintah memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan tahun ini, sedikit menurun dibandingkan lebih dari 154 juta pada periode sebelumnya. Pergerakan massal ini mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil, kereta api, hingga kapal laut, dengan titik-titik keberangkatan seperti stasiun dan pelabuhan dipadati sejak beberapa hari terakhir.

Untuk mengurangi kepadatan, pemerintah menetapkan libur Idul Fitri selama tujuh hari serta memberikan fleksibilitas kerja jarak jauh bagi aparatur sipil negara selama lima hari.

Kebijakan ini diharapkan dapat menyebar waktu keberangkatan pemudik dan menghindari penumpukan ekstrem dalam satu hari.

Di sisi lain, PT Jasa Marga (Persero) mencatat sekitar 1,1 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta hingga Selasa malam, atau sekitar 32 persen dari total proyeksi. Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga 1,2 juta kendaraan pada malam harinya.

Seiring meningkatnya volume kendaraan, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) mulai diberlakukan di ruas tol utama dari KM 70 hingga KM 263. 

Kebijakan ini disertai dengan penyiapan area istirahat di kedua sisi jalur untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik.

Data di Gerbang Tol Cikampek Utama menunjukkan lonjakan drastis, dengan peningkatan hingga 201 persen dibandingkan kondisi normal. Dalam satu jam, arus kendaraan bahkan mencapai sekitar 5.700 unit, jauh di atas rata-rata harian yang biasanya berada di kisaran 3.000 kendaraan.

Lonjakan signifikan juga terlihat pada arus lalu lintas laut.

Upaya tambahan juga dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Mereka mengerahkan kapal perang untuk mengangkut pemudik secara gratis dari Jakarta ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Kepulauan Bangka Belitung. 

Lebih dari 1.400 orang memanfaatkan layanan ini. “Mudah-mudahan tahun depan rutenya bisa ditambah,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali.

Kementerian Perhubungan menyatakan telah menambah jumlah kapal feri serta mempercepat proses bongkar muat guna mengurai kemacetan di rute ke dan dari Bali, dimana warga pulau dewata juga sedang merayakan Hari Raya Nyepi. 

Kementerian-kementerian terkait bekerjasama dengan pihak kepolisian  juga telah menyediakan posko-posko keamanan di berbagai daerah di Indonesia untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan selama mudik lebaran 2026.