Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan seluruh jajaran siap mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan akan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026, yang mengusung tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia.
Rapat koordinasi digelar di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026), dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selain itu hadir pula Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, dan jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai wakil. Secara teknis, operasi dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho selaku Kaopspus. Para kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti rakor secara virtual untuk memastikan arahan pusat tersampaikan ke seluruh wilayah.
Personel dan posko pengamanan
Total 161.243 personel terdiri atas 89.228 anggota Polri dan 72.015 personel dari instansi terkait seperti TNI, Dishub, Satpol PP, hingga organisasi masyarakat. Personel gabungan ini disiapkan untuk mengawal pergerakan masyarakat yang diprediksi mencapai 143,9 juta orang selama periode mudik Lebaran.
Mayoritas pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor, berdasarkan survei Kemenhub. Untuk mendukung pengamanan, Polri menyiapkan 2.746 posko yang tersebar di titik strategis, terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol dan arteri, tetapi juga mencakup 121.803 masjid untuk pelaksanaan salat Id dan lebih dari 4.000 objek wisata yang diprediksi ramai dikunjungi selama masa libur Lebaran.
Antisipasi titik rawan
Kapolri juga menyoroti beberapa titik krusial (bottleneck), seperti Tol Jakarta-Cikampek Km 48 (turunan MBZ) dan Gerbang Tol Kalikangkung Km 414. Berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk one way, contra flow, dan ganjil-genap, telah disiapkan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB).
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan mulai pertengahan Maret 2026, menyesuaikan prediksi puncak arus mudik gelombang pertama pada 14-15 Maret 2026, guna memastikan perjalanan mudik dan balik masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
















