DUNIA
2 menit membaca
RI, Jepang, dan Australia sepakat perkuat kerja sama pertahanan dalam pertemuan trilateral perdana
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Jepang dan Australia sepakat memajukan kerja sama pertahanan via telepon di tengah agenda diplomasi bilateral RI-Australia di Melbourne.
RI, Jepang, dan Australia sepakat perkuat kerja sama pertahanan dalam pertemuan trilateral perdana
Wapres Australia Richard Marles memberi isyarat saat menuju konferensi pers bersama Menhan Jepang Koizumi Shinjiro di Canberra. / AP Archive

Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pembicaraan telepon trilateral perdana bersama Menhan Jepang Shinjiro Koizumi dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Marles.

Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan Jepang, dialog tingkat tinggi ini menandai babak awal koordinasi pertahanan trilateral langsung antara Jakarta, Tokyo, dan Canberra.

Dalam perbincangan tersebut, ketiga menteri saling bertukar pandangan terkait dinamika lingkungan keamanan di kawasan Indo-Pasifik secara menyeluruh.

Ketiganya menegaskan komitmen bersama untuk berkolaborasi demi menjaga perdamaian kawasan serta stabilitas global.

Selain membahas agenda trilateral, para menteri turut menyambut positif tren penguatan hubungan bilateral antardepartemen pertahanan di masing-masing negara, baik antara Jepang-Australia, Jepang-Indonesia, maupun Australia-Indonesia.

Ketiga menteri sepakat mengenai pentingnya menjaga komunikasi intensif, sekaligus berkomitmen untuk terus memajukan kerja sama pertahanan trilateral di masa mendatang.

Mengutip laporan Anadolu Agency (AA), komunikasi trilateral ini berlangsung beriringan dengan agenda Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Indonesia–Australia (2+2 Ministerial Dialogue) ke-10 di Melbourne.

Dalam forum bilateral tersebut, Menhan Sjafrie bersama Menlu RI Sugiono bertemu langsung dengan Menhan Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong.

Pertemuan bilateral di Melbourne itu mematangkan sejumlah prioritas kerja sama strategis, mulai dari sektor pertahanan, keamanan teritorial, ekonomi, hingga pembangunan.

Rangkaian diplomasi pertahanan ini juga menjadi kelanjutan dari Traktat Jakarta (Australia-Indonesia Treaty on Common Security) yang sebelumnya disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese pada Februari lalu.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu Sugiono pertegas pentingnya Traktat Jakarta 2026 dalam hubungan RI-Australia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi