Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Senin pagi (22/6). Erupsi tercatat berlangsung pada pukul 10.17 WITA dengan semburan abu vulkanik yang menjulang sekitar 600 meter di atas puncak gunung.
Laporan aktivitas gunung api yang diterima di Kupang menyebutkan, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat. Secara ketinggian, material erupsi terpantau mencapai sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, dalam laporannya menyampaikan bahwa aktivitas tersebut terekam instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 16 detik.
Rekaman tersebut juga memperkuat bahwa aktivitas erupsi masih berada dalam kategori yang terpantau oleh sistem pemantauan vulkanik nasional. Saat ini, status Gunung Ile Lewotolok tetap berada pada Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan agar masyarakat, pendaki, pengunjung, serta wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi.
Selain pembatasan akses, PVMBG juga mengingatkan potensi ancaman lanjutan berupa guguran lava, longsoran material, serta awan panas yang dapat mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
Warga di sekitar kawasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik dengan menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Perlindungan tambahan seperti kacamata serta pelindung kulit juga dianjurkan, sementara wadah air bersih diminta ditutup agar tidak terkontaminasi material abu.
PVMBG menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta Badan Geologi untuk memperoleh pembaruan informasi aktivitas gunung.















