Pemerintah tegaskan independensi BI saat rupiah tembus rekor terendah ke level 16.985 per dolar AS

Kementerian Keuangan menegaskan Bank Indonesia akan tetap independen, setelah kekhawatiran soal intervensi pemerintah membuat rupiah sempat menyentuh level intraday terendah.

By
Rupiah sempat melemah ke level 16.985 per dolar AS. / Reuters

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjaga independensi Bank Indonesia (BI), di tengah gejolak pasar akibat penunjukan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, sebagai calon gubernur BI. Kekhawatiran investor terhadap kebijakan fiskal dan kemungkinan campur tangan pemerintah membuat rupiah sempat melemah ke level 16.985 per dolar AS.

"Kami akan tetap menjaga independensi Bank Indonesia dan pemerintah sebisa mungkin," kata Purbaya kepada wartawan. "Saya tidak akan menekan BI untuk membiayai program pembangunan kita."

Rupiah telah melemah hampir 2% sepanjang Januari, setelah anjlok 3,5% sepanjang 2025. Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia 10 tahun tercatat naik 3,3 basis poin menjadi 6,33%, level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Purbaya menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. "Meskipun rupiah melemah, secara persentase hanya kecil, sehingga sistem seharusnya sudah terbiasa. Dampaknya terhadap ekonomi juga minimal," ujarnya.

Penunjukan calon gubernur BI dan tanggapan pasar

Thomas Djiwandono, saat ini menjabat wakil menteri keuangan, termasuk salah satu dari tiga calon gubernur BI yang diajukan ke DPR, menurut juru bicara presiden, Prasetyo Hadi. Purbaya menyebut Djiwandono akan mundur dari Partai Gerindra dan tidak akan bisa memengaruhi seluruh anggota dewan. Thomas belum memberikan komentar langsung.

Fokus pasar kini beralih ke rapat kebijakan BI pada Rabu, di mana analis memperkirakan suku bunga akan tetap. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan mewakili kementerian dalam rapat tersebut, namun tidak memiliki hak suara, kata Purbaya.

Trinh Nguyen, ekonom senior untuk Asia Emerging di Natixis Corporate & Investment Banking, memperkirakan rupiah akan cenderung melemah terhadap mata uang Asia lainnya dalam jangka pendek karena investor menuntut premi risiko lebih tinggi.

"Kekhawatiran sudah muncul sebelum penunjukan karena investor mempertanyakan program makan siang dan dampaknya terhadap kekuatan fiskal Indonesia – yakni utang rendah dan aturan ketat defisit fiskal 3% terhadap PDB," kata Nguyen. "Sekarang dengan penunjukan keponakan presiden, BI akan mendapat tekanan untuk melonggarkan kebijakan moneter. Tapi dengan rupiah melemah, kami tidak memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga."

Defisit anggaran dan tekanan investor

Pasar sempat terkejut pada September ketika Presiden Prabowo mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara mendadak, memicu kekhawatiran kredibilitas fiskal yang sudah dibangun akan terkikis.

Kekhawatiran terhadap defisit anggaran yang melebar dan independensi BI juga meningkat. Tahun 2025, investor asing tercatat menjual bersih sekitar 6,4 miliar dolar AS obligasi pemerintah Indonesia, menambah tekanan pada rupiah.

Defisit anggaran 2025 mencapai 2,92% dari PDB, termasuk yang tertinggi dalam dua dekade terakhir, kecuali saat pandemi COVID-19, dan mendekati batas undang-undang 3% dari PDB.

Daniel Tan, manajer portofolio di Grasshopper Asset Management, menyebut penunjukan keponakan presiden semakin memicu kekhawatiran pasar. "Penunjukan itu menambah kekhawatiran bahwa batas defisit anggaran Indonesia bisa dinaikkan," ujarnya.