DUNIA
2 menit membaca
Indonesia perkuat diplomasi untuk pencalonan DK PBB 2029–2030
Pemerintah berharap dukungan dari negara-negara mitra, khususnya di kawasan Afrika, Karibia, dan Pasifik, dapat memperkuat peluang Indonesia untuk kembali berperan dalam menjaga perdamaian dan keamanan global.
Indonesia perkuat diplomasi untuk pencalonan DK PBB 2029–2030
Menteri Luar Negeri Sugiono telah mengumumkan pencalonan Indonesia dalam Pernyataan Pers Tahunan pada 14 Januari 2026. / AP / AP

Indonesia meningkatkan langkah diplomasi untuk mengamankan kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 dengan menggalang dukungan dari negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan pendekatan tersebut dilakukan melalui serangkaian pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, dengan negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS).

“Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral sekaligus penggalangan dukungan bagi pencalonan Indonesia di DK PBB periode 2029–2030,” ujar Nabyl di Jakarta, pada Rabu.

Upaya diplomatik itu berlangsung di sela Konferensi Tingkat Tinggi OACPS di Malabo, Guinea Khatulistiwa, pada 27–29 Maret 2026. Dalam rangkaian agenda tersebut, Arrmanatha mengadakan pembicaraan langsung dengan sejumlah pemimpin, termasuk presiden Sudan dan presiden Gabon.

Selain itu, ia juga melakukan pertemuan dengan para menteri luar negeri dari Botswana, Seychelles, Sao Tome dan Principe, serta Guinea Khatulistiwa untuk membahas dukungan terhadap pencalonan Indonesia.

“Pesan utama yang disampaikan adalah mendorong kolaborasi yang lebih erat dan solidaritas di antara negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik,” kata Nabyl.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia pimpin dewan HAM PBB pada 2026, angkat tema “A Presidency for All”

Dukungan international

Indonesia turut mengangkat sejumlah isu strategis seperti kedaulatan digital, ketahanan teknologi, pengembangan ekonomi biru, serta ketahanan terhadap perubahan iklim sebagai bidang kerja sama prioritas.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk membangun dukungan internasional sebelum pemilihan anggota DK PBB. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah mengumumkan pencalonan Indonesia dalam Pernyataan Pers Tahunan pada 14 Januari 2026.

Indonesia memiliki rekam jejak sebagai anggota tidak tetap DK PBB sebanyak empat kali, yakni pada periode 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2021. Indonesia juga pernah memegang presidensi Dewan Keamanan pada Agustus 2020.

Dengan pengalaman tersebut, pemerintah berharap dukungan dari negara-negara mitra, khususnya di kawasan Afrika, Karibia, dan Pasifik, dapat memperkuat peluang Indonesia untuk kembali berperan dalam menjaga perdamaian dan keamanan global.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu RI hadiri sidang DK PBB soal Palestina usai pertemuan dengan Sekjen PBB dan utusan Palestina


SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Direktur FBI temui Presiden Prabowo di Kertanegara
Forum ASEAN soroti krisis Timur Tengah dan sengketa Laut China Selatan
ASEAN dan negara Asia Timur perkuat dukungan bagi pembangunan Palestina dalam forum CEAPAD
Quad incar kemitraan lebih dalam dengan ASEAN di tengah dinamika Indo-Pasifik
Indonesia bantah perubahan sikap politik luar negeri usai deportasi WN Palestina Abdul Karim
Dari Hormuz hingga Malaka: Peran selat strategis dunia dan ancaman konflik geopolitik
Perkuat alutsista, Indonesia pesan 12 pesawat tempur ringan M-346 dari Italia
AS tetap terbuka untuk solusi yang dinegosiasikan dengan Iran, kata Rubio kepada ASEAN
TNI AU asah kemampuan tempur udara dengan negara mitra di latihan Pitch Black 2026
Indonesia mulai impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan 150 juta barel
Indonesia ratifikasi kerja sama pertahanan dengan Türkiye jadi UU, Ankara jadi mitra strategis RI
Türkiye resmi jadi mitra dialog ke-12 ASEAN, tandai babak baru hubungan Asia Tenggara
Presiden Prabowo: Indonesia miliki salah satu sistem perlindungan sosial terkuat di dunia
Indonesia akan sambut kapal induk pertama Giuseppe Garibaldi pada September 2026: Kemhan
Spanyol berhasil meraih juara Piala Dunia 2026
Indonesia dan Swiss teken kemitraan strategis mineral dan logam, dorong hilirisasi berkelanjutan
Indonesia terima tambahan 6 jet latih T-50i dari Korea Selatan, 22 unit jet siap perkuat TNI AU
Indonesia resmi bergabung WAICO, perkuat peran dalam tata kelola AI global
Israel mulai 'kehilangan dukungan opini publik' di AS, kata JD Vance
Indonesia lanjutkan diplomasi usai putusan parsial WTO atas sengketa asam lemak dengan Uni Eropa