Iran longgarkan pembatasan internet, panggilan luar negeri dibolehkan saat angka kematian capai 646
Pemutusan internet berskala nasional Iran, yang menurut aktivis dapat menyembunyikan skala penindakan terhadap demonstrasi, telah berlangsung lebih dari 108 jam, menurut laporan seorang pemantau.
Iran melonggarkan beberapa pembatasan terhadap warganya dan untuk pertama kalinya dalam beberapa hari mengizinkan mereka melakukan panggilan telepon ke luar negeri melalui ponsel pada hari Selasa (13/1).
Namun, negara itu tidak melonggarkan pembatasan pada internet atau mengizinkan layanan pesan singkat dipulihkan, sementara korban dari hari-hari protes berdarah terhadap negara meningkat menjadi setidaknya 646 orang tewas.
Meskipun warga Iran dapat menelepon ke luar negeri, orang-orang di luar negeri tidak dapat menelpon mereka, kata beberapa orang di ibu kota Teheran kepada The Associated Press.
Para saksi, yang berbicara tanpa menyebutkan nama karena takut pembalasan, mengatakan pesan SMS masih terputus dan pengguna internet di dalam Iran tidak dapat mengakses apa pun dari luar negeri, meskipun ada koneksi lokal ke situs-situs yang disetujui pemerintah.
Belum jelas apakah pembatasan akan dilonggarkan lebih lanjut setelah otoritas memutus semua komunikasi di dalam negeri dan ke luar negeri pada Kamis malam.
Pemadaman internet
Pemadaman internet nasional oleh otoritas di Iran, yang ditakuti aktivis dimaksudkan untuk menyamarkan skala penindasan terhadap protes, kini telah berlangsung lebih dari 108 jam, kata sebuah pemantau pada hari Selasa.
"Sudah 108 jam sejak Iran memperkenalkan pemadaman internet nasional yang membuat warga Iran terisolasi dari dunia luar dan satu sama lain," kata Netblocks dalam sebuah unggahan di X dalam pembaruan terbarunya.
Israel dalam keadaan siaga
Militer Israel mengatakan terus "siaga terhadap skenario kejutan" akibat protes yang sedang berlangsung di Iran, namun belum melakukan perubahan pada pedoman bagi warga sipil, seperti yang biasa dilakukan sebelum ada ancaman konkret.
"Protes di Iran adalah urusan internal," tulis juru bicara militer Israel Brig. Jend. Effie Defrin di X.
Israel menyerang program nuklir Iran selama musim panas, yang mengakibatkan perang 12 hari yang menewaskan hampir 1.200 warga Iran dan hampir 30 warga Israel.
Dalam pekan terakhir, Iran telah mengancam akan menyerang Israel jika Israel atau AS menyerang.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25 persen terhadap "setiap dan semua" negara yang berbisnis dengan Iran.
Meskipun Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika otoritas di sana menggunakan kekuatan mematikan untuk menumpas protes, ia juga menyatakan kesiapan untuk mengeksplorasi kemungkinan diplomasi dengan Teheran.