POLITIK
3 menit membaca
Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi lampaui Prabowo Subianto
Survei terbaru SMRC menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhasil mengungguli Presiden Prabowo Subianto dengan raihan 35 persen, menggeser posisi petahana ke peringkat kedua.
Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi lampaui Prabowo Subianto
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi/KDM) dan Presiden Prabowo Subianto.

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil pemetaan terbaru terkait elektabilitas tokoh-tokoh politik nasional. Temuan ini mencatat kejutan besar, di mana posisi Presiden Prabowo Subianto di puncak dukungan publik berhasil tersalip.

Posisi Prabowo tergeser oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdasarkan survei yang berlangsung pada 5 hingga 19 Juli 2026.

"Fenomena ini menarik karena Prabowo, sebagai petahana yang baru saja memenangi pemilu presiden, mengalami penurunan elektabilitas yang cukup tajam," ujar Direktur Eksekutif SMRC pada Rabu (29/7).

Dalam temuan SMRC, Prabowo menempati urutan kedua dengan tingkat dukungan sebesar 14,5 persen. Sementara itu, Dedi Mulyadi memimpin di posisi teratas setelah mengantongi elektabilitas sebesar 35 persen. Raihan ini menjadi momen pertama bagi Dedi dalam mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra tersebut pada pemetaan elektabilitas selama masa kepresidenan Prabowo.

Dalam pelaksanaan survei ini, SMRC menyodorkan 20 nama tokoh yang digadang-gadang berpotensi masuk dalam bursa kepemimpinan nasional. Meski demikian, para responden tetap diberikan keleluasaan untuk menyebutkan nama-nama lain di luar daftar tersebut.

Daftar 11 tokoh dengan elektabilitas tertinggi

Berikut adalah daftar 11 figur politik yang berhasil mencatatkan angka elektabilitas di atas 1 persen versi SMRC:

  1. Dedi Mulyadi: 35,0 persen

  2. Prabowo Subianto: 14,5 persen

  3. Anies Baswedan: 8,2 persen

  4. Gibran Rakabuming Raka: 7,7 persen

  5. Agus Harimurti Yudhoyono: 4,9 persen

  6. Ganjar Pranowo: 4,2 persen

  7. Mahfud MD: 4,0 persen

  8. Puan Maharani: 1,3 persen

  9. Sherly Tjoanda Laos: 1,2 persen

  10. Purbaya Yudhi Sadewa: 1,1 persen

  11. Surya Paloh: 1,0 persen

Sementara itu, deretan nama lainnya secara kumulatif mengumpulkan dukungan sebesar 4,0 persen, dan sebanyak 12,8 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.

Pihak SMRC menjelaskan bahwa populasi sampel survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih secara nasional. Sebanyak 749 responden dipilih melalui metode pencacahan acak (random sampling).

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon bagi responden yang memiliki akses seluler (83,8 persen), serta wawancara tatap muka untuk responden yang tidak memiliki akses jaringan (16,2 persen).

Skema distribusi ini dirancang agar mencerminkan proporsi nasional antara pengguna dan non-pengguna ponsel. Survei tersebut memiliki toleransi kesalahan (margin of error) diperkirakan sekitar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Rekam jejak prediksi SMRC sendiri dinilai cukup presisi pada gelaran politik sebelumnya. Dua pekan menjelang pencoblosan Pilpres 14 Februari 2024 lalu, survei SMRC menempatkan pasangan Prabowo-Gibran di posisi unggul dengan elektabilitas 57,3 persen.

Proyeksi tersebut hanya berselisih tipis 1,3 persen dari hasil rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan kemenangan Prabowo-Gibran di angka 58,6 persen.

TerkaitTRT Indonesia - Survei kepuasan terhadap Presiden Prabowo turun ke 51,1%, ekonomi jadi sorotan
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Lebih dari sekadar KTT NATO: Ankara mengambil peran sentral dalam diplomasi global
JD Vance baru saja mengungkapkan kekesalannya dengan taktik negosiasi Persia Iran. Apa itu sebenarnya?
Prancis jadwalkan pemilu presiden 2027 jelang berakhirnya masa jabatan Macron
Kasus korupsi Chromebook, eks Mendikbudristek Nadiem Makarim jalani sidang putusan hari ini
Kesepakatan yang diperdebatkan: di mana AS dan Iran berselisih
AS menghadapi ujian dalam menyeimbangkan diplomasi Iran dan kebijakan Israel
Mengapa rekam jejak Modi sebagai PM India terlama tercoreng oleh agenda anti-Muslim Hindutva-nya
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan
Mahasiswa UI bawa lima tuntutan dalam aksi di Bundaran HI
Pesan nuklir Rusia: Ancaman, penghalang, atau tanda kelemahan?
Prabowo tegaskan politik bebas aktif di tengah kritik kunjungan luar negeri
Prabowo lantik kepala dan wakil kepala BGN, tunjuk Said Iqbal jadi penasihat khusus presiden
Presiden Korea Selatan tunjuk Han Seong-sook sebagai calon perdana menteri baru
Menko Polkam: Presiden tak beri perlakuan khusus bagi pelaku korupsi
RUU P2SK disepakati, BI bakal ikut fokus dorong sektor riil dan penciptaan kerja
Presiden Prabowo terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, bahas Palestina hingga stabilitas Timur Tengah
Dicopot dari kepala BGN, posisi Dadan Hindayana digantikan Nanik S Deyang
Lima kali Trump menegur Netanyahu — dan apa yang terjadi kemudian
Menlu Türkiye Hakan Fidan tiba di Indonesia untuk perkuat kerja sama perdagangan dan pertahanan
Mengapa kebijakan Jerman terhadap China memecah Eropa dan melemahkan ekonominya sendiri