BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
ESDM menyatakan akan terus memantau pasar global dan mempertahankan formula ICP yang transparan untuk mendukung ketahanan energi serta akuntabilitas pengelolaan sektor hulu migas.
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat ICP Agustus naik $7,75 per barel dari $81,68. / Dok. Pertamina

Rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9), sementara harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) meningkat menjadi $89,43 per barel pada Agustus 2026 di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran gangguan pasokan global.

Rupiah berada di level Rp17.585 per dolar AS, melemah 38 poin atau 0,22 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.547. 

Kenaikan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi pelebaran twin deficits, yakni defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal. Sentimen terhadap rupiah juga dipengaruhi data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang naik menjadi 5,4 persen secara tahunan pada Agustus dari 4,8 persen pada bulan sebelumnya, melampaui perkiraan 5,3 persen.

Data tersebut memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Probabilitas kenaikan suku bunga dalam FOMC September 2026 meningkat di atas 70 persen, sementara indeks dolar AS dan imbal hasil UST ikut terdorong naik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ICP Agustus naik $7,75 per barel dari $81,68 pada Juli menjadi $89,43. Harga tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026.

Dampak ketegangan di Timur Tengah

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kenaikan ICP dipengaruhi kondisi pasar global, terutama risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan di jalur strategis.

Kenaikan ICP sejalan dengan harga minyak internasional. Brent naik dari $83,97 menjadi $88,08 per barel, WTI dari $79,22 menjadi $82,45, sementara Dated Brent meningkat dari $83,41 menjadi $90,84. Ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, turut meningkatkan kekhawatiran pasar.

"Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia," kata Laode.

Memasuki September, ICP diperkirakan tetap berada di kisaran $83-$87 per barel. Pemerintah mengaitkan proyeksi tersebut dengan risiko pasokan di Selat Hormuz dan potensi penurunan cadangan minyak Amerika Serikat.

ESDM menyatakan akan terus memantau pasar global dan mempertahankan formula ICP yang transparan untuk mendukung ketahanan energi serta akuntabilitas pengelolaan sektor hulu migas.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia pertahankan suku bunga 5,75 persen di tengah tekanan rupiah


SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
MRT Jakarta jajaki investasi kawasan Glodok bersama mitra Singapura
Inflasi September 3,28 persen, BI optimistis harga tetap terkendali hingga 2027
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Surplus neraca dagang Agustus diprediksi meningkat, inflasi September naik tipis
Ekspor batu bara Indonesia tembus US$18,1 miliar, aturan diperketat
IHSG melemah dan rupiah tembus Rp18.000 di tengah tekanan pasar global
BI perkuat intervensi dan likuiditas saat Rupiah tertekan Dolar AS dan arus modal keluar
Rupiah tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, jatuh hampir 1 persen sepekan
Danantara dan Thales jajaki kerja sama AI hingga keamanan siber
Indonesia dan Rusia kembangkan potensi teknologi satelit dan AI untuk akses digital
Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
Wamenhan RI dan Prancis tinjau program pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya
Arus modal asing capai Rp140,7 triliun, pemerintah siapkan strategi fiskal
BI pertahankan suku bunga 5,75 persen, perkuat insentif lindung nilai
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Indonesia dorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Korea Selatan
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol
BPOM Indonesia dan China siapkan kesepakatan baru keamanan obat dan pangan
Perdagangan Indonesia-Rumania cetak rekor tertinggi pada 2026