Indonesia dorong pengembangan karbon biru dalam strategi iklim COP31

Dengan penguatan data kelautan, integrasi tata ruang laut, kebijakan karbon, dan pembiayaan berkelanjutan, karbon biru berpotensi mendorong penurunan emisi, meningkatkan ketahanan pesisir, serta memperkuat ekonomi berkelanjutan Indonesia.

By
Indonesia disebut menyimpan sekitar 17 persen ekosistem karbon biru dunia, mencakup mangrove, lamun, dan perairan payau. / Reuters / Reuters

Indonesia menempatkan karbon biru sebagai pilar utama strategi transisi iklim nasional menjelang penyampaian dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) kedua serta persiapan Konferensi Iklim COP31 di Antalya, Türkiye. Pemerintah menilai ekosistem pesisir dan laut memiliki peran krusial dalam mencapai target penurunan emisi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan Indonesia memiliki peluang strategis untuk memimpin pengembangan karbon biru di tingkat global. Pejabat KKP, Koswara, menyatakan bahwa peluang tersebut harus didukung penyelarasan kelembagaan, kebijakan terpadu, serta mekanisme pendanaan yang terkoordinasi.

“Integrasi isu kelautan dalam agenda iklim nasional dan global dapat memperkuat diplomasi iklim kelautan Indonesia di berbagai forum internasional,” ujar Koswara dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Antara.

Indonesia disebut menyimpan sekitar 17 persen ekosistem karbon biru dunia, mencakup mangrove, lamun, dan perairan payau. Dengan wilayah laut yang mencakup hampir tiga perempat total wilayah nasional, potensi ekonomi biru Indonesia diperkirakan mencapai $1,3 triliun.

Kementerian Lingkungan Hidup menambahkan bahwa kebijakan karbon biru harus sesuai dengan dokumen NDC kedua Indonesia. Pejabat kementerian tersebut, Ary Sudjianto, menyatakan langkah itu penting agar kontribusi penurunan emisi dapat terukur dan akuntabel, yakni 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,2 persen dengan dukungan internasional.

Sebagai bagian dari percepatan implementasi, KKP menyelenggarakan Ocean Climate Dialogue 2026 bersama Climate Works Centre dan The Conservation Indonesia pada 11 Februari. Diskusi dalam forum tersebut menyoroti kesenjangan antara ketersediaan data ilmiah dengan kesiapan proyek karbon biru di lapangan. 

Dengan penguatan data kelautan, integrasi perencanaan ruang laut, kebijakan karbon, serta mobilisasi pembiayaan berkelanjutan, karbon biru dapat menjadi penggerak strategis bagi penurunan emisi, peningkatan ketahanan pesisir, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.