Ribuan fosil koleksi Dubois dipulangkan, Indonesia–Belanda perkuat diplomasi budaya

Pemerintah terus memperkuat kerja sama budaya dengan Kerajaan Belanda, khususnya dalam upaya pemulangan artefak dan benda bersejarah yang dibawa ke luar negeri pada masa kolonial.

By
Kemenbud RI berkomitmen memperkuat diplomasi budaya, repatriasi artefak Dubois, riset, dan IHA. Foto: X/@fadlizon

Komitmen tersebut ditegaskan Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia–Belanda. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal itu usai pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Amri Jinangkung, di Jakarta, Selasa (6/1).

Fadli Zon mengatakan, program repatriasi menjadi salah satu agenda utama dalam kerja sama budaya kedua negara. Program ini bertujuan mengembalikan artefak dan objek budaya Indonesia yang telah berada di Belanda selama puluhan hingga ratusan tahun sejak era kolonial.

Ia mengungkapkan, Indonesia baru saja menerima 28.131 fosil dari koleksi Eugène Dubois yang dibawa ke Belanda lebih dari 130 tahun lalu. Pemerintah berharap sisa koleksi tersebut dapat dipulangkan secara bertahap dalam tahun ini sebagai bagian dari pemulihan warisan budaya nasional.

“Indonesia memiliki sejarah panjang dengan Belanda. Salah satu program yang terus kami dorong di Kementerian Kebudayaan adalah repatriasi, yakni pengembalian artefak dan benda budaya yang diambil pada masa kolonial. Kami berharap sisa koleksinya dapat kembali tahun ini,” ujar Fadli Zon.

Menurut dia, pemerintah Belanda sejauh ini menunjukkan sikap terbuka dan kooperatif dalam kerja sama kebudayaan. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sebagai jembatan untuk membangun saling pengertian, memperdalam pemahaman bersama, serta memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban global.

Selain repatriasi artefak dan fosil koleksi Eugène Dubois, kemitraan Indonesia–Belanda juga mencakup kerja sama penelitian, digitalisasi objek budaya, peningkatan kapasitas peneliti, promosi budaya Indonesia melalui Indonesia House Amsterdam (IHA), serta kolaborasi di sektor film, musik, seni pertunjukan, dan sastra.