Neraca dagang RI surplus $1,27 miliar, catat rekor 70 bulan beruntun – BPS
Tiga negara tujuan ekspor utama nonmigas Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan India, yang menyumbang hampir 44 persen dari total ekspor.
Indonesia kembali mencatat surplus neraca perdagangan pada Februari 2026 sebesar $1,27 miliar, menandai 70 bulan berturut-turut negara mencatatkan surplus sejak Mei 2020, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut bahwa capaian ini terutama didukung oleh perdagangan nonmigas. “Pada Februari 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus $1,27 miliar. Surplus nonmigas sepanjang Januari–Februari mencapai $5,42 miliar, sementara sektor migas masih defisit $3,19 miliar” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, pada Rabu.
Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari–Februari 2026 mencapai $2,23 miliar. Peningkatan ekspor nonmigas tercatat sebesar 2,82 persen menjadi $42,35 miliar, didorong oleh sektor industri pengolahan yang naik 6,69 persen dengan nilai ekspor $37,06 miliar.
Tiga negara tujuan ekspor utama nonmigas Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan India, yang menyumbang hampir 44 persen dari total ekspor.
China masih menjadi pasar utama dengan nilai ekspor $10,46 miliar, diikuti Amerika Serikat $5,00 miliar dan India $3,11 miliar. Komoditas utama ke China adalah besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian rajut.
Di sisi impor, nilai kumulatif Januari–Februari 2026 mencapai $ 42,09 miliar atau naik 14,44 persen dibanding periode sama tahun lalu. Mayoritas berasal dari nonmigas dengan nilai $36,93 miliar, naik 17,49 persen. Sektor migas justru mengalami penurunan 3,50 persen menjadi $5,16 miliar.
BPS menekankan, meskipun defisit migas masih terjadi, kinerja ekspor nonmigas yang kuat telah menjadi penopang utama neraca perdagangan Indonesia, sekaligus menunjukkan daya tahan sektor perdagangan di tengah fluktuasi global.