BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$41,05 miliar sepanjang 2025
Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang 2025 tetap positif dengan surplus mencapai US$41,05 miliar. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring pertumbuhan ekspor yang melampaui impor.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$41,05 miliar sepanjang 2025
Desember 2025, neraca dagang surplus US$2,51 miliar dengan ekspor tumbuh 11,64 persen. / AP

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$41,05 miliar sepanjang Januari–Desember 2025. Angka tersebut naik US$9,72 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut didorong oleh pertumbuhan nilai ekspor yang mencapai US$282,91 miliar atau meningkat 6,15 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, nilai impor tercatat US$241,86 miliar, naik 2,93 persen secara tahunan.

“Indonesia telah mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Ateng dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Menurut Ateng, surplus neraca perdagangan sepanjang 2025 terutama ditopang oleh neraca perdagangan nonmigas yang membukukan surplus US$60,75 miliar. Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$19,7 miliar, meski turun sekitar US$700 juta dibandingkan 2024.

Dari sisi mitra dagang, surplus terbesar Indonesia berasal dari perdagangan dengan Amerika Serikat, India, dan Filipina. Sementara defisit terdalam tercatat dalam perdagangan dengan China, Australia, dan Singapura.

Komoditas penyumbang surplus terbesar antara lain lemak dan minyak hewan nabati. Selain itu, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan produk turunannya, serta alas kaki juga memberikan kontribusi signifikan. Adapun defisit terutama disumbang oleh impor mesin dan peralatan mekanis, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, instrumen optik dan fotografi, serta serealia.

Sementara itu, pada Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$2,51 miliar atau naik US$420 juta dibandingkan Desember 2024. Nilai ekspor pada bulan tersebut tumbuh 11,64 persen secara tahunan, sedangkan impor meningkat 10,81 persen, didorong kenaikan impor nonmigas terutama barang modal yang melonjak 34,66 persen.

TerkaitTRT Indonesia - Surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai $2,39 miliar pada Oktober 2025
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Krisis sulfur tekan industri nikel Indonesia di tengah perang Iran
ESDM tawarkan 10 wilayah kerja migas baru di IPA Convex 2026
PLN Indonesia Power targetkan proyek PLTS 495 MW di Bangladesh
IHSG melemah tajam setelah MSCI hapus enam saham Indonesia dari indeks global
Rupiah melemah ke level terendah, pemerintah siapkan intervensi pasar obligasi
Meta ditentang karyawan usai lacak klik dan ketikan demi pelatihan AI
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun, Menkeu: kondisi fiskal masih aman
Pemerintah RI tunda kenaikan royalti dan pajak ekspor tambang, tunggu formula lebih baik
Rupiah melemah ke Rp17.503 per dolar AS di tengah ketegangan Selat Hormuz
Pertamina, Departemen Energi AS perkuat kerja sama energi dan infrastruktur strategis
Indonesia dan Filipina bangun koridor nikel ASEAN, perkuat rantai pasok global
Perusahaan pertahanan Türkiye teken kontrak ekspor senilai hampir $8 miliar di pameran SAHA 2026
Perusahaan energi Eni umumkan hasil positif dari uji sumur gas Geliga-1 di lepas pantai Indonesia
AI dalam peperangan: 5 hal yang perlu diketahui tentang kesepakatan teknologi besar Pentagon
Indonesia akan jadi pasar penerbangan terbesar keempat dunia pada 2030, kata Menperin
Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 5,9–7,5 persen pada 2027
Indonesia teken pembelian 12 drone Kizilelma dari Türkiye
Rupiah dinilai undervalued, BI siapkan tujuh langkah stabilisasi nilai tukar
Indonesia dorong perluasan pasar ekspor ke Uni Eropa di tengah ketidakpastian global
Rupiah melemah akibat perang berkelanjutan AS-Iran, tembus Rp17.400 per dolar AS