BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Musk menggabungkan xAI ke dalam SpaceX untuk kembangkan pusat data berbasis ruang angkasa
Merger bertujuan untuk mengatasi krisis energi Bumi dengan menyebarkan konstelasi pusat data bertenaga surya ke orbit menggunakan roket Starship.
Musk menggabungkan xAI ke dalam SpaceX untuk kembangkan pusat data berbasis ruang angkasa
Elon Musk menggabungkan perusahaan luar angkasa dan AI-nya untuk ciptakan sebuah "mesin inovasi terintegrasi" senilai 1,25 triliun dolar AS. / Reuters
5 jam yang lalu

SpaceX milik Elon Musk telah mengambil alih perusahaannya yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, xAI, dalam sebuah merger yang bertujuan untuk mengerahkan pusat data berbasis luar angkasa, menurut sebuah pernyataan.

Akuisisi ini menggabungkan kemampuan roket SpaceX dengan teknologi xAI untuk menciptakan apa yang Musk gambarkan sebagai 'mesin inovasi terintegrasi vertikal paling ambisius di (dan di luar) Bumi.'

Merger ini terjadi saat tekanan pembiayaan mulai muncul seiring ekspansi cepat infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi besar.

Musk mengatakan SpaceX berencana meluncurkan sebuah konstelasi satelit yang akan berfungsi sebagai pusat data orbital, menggunakan tenaga surya di luar angkasa untuk memenuhi peningkatan kebutuhan listrik komputasi AI.

Dia mengatakan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi di Bumi “tanpa memberatkan komunitas dan lingkungan.”

“Dengan langsung memanfaatkan tenaga surya yang hampir konstan dengan biaya operasional atau pemeliharaan yang rendah, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan kita untuk memperbesar skala komputasi,” tulis Musk dalam pengumuman.

TerkaitTRT Indonesia - Saham Tesla melonjak di tengah rumor merger SpaceX, Musk bidik ekspansi imperium bisnis

Memperluas jangkauan global

SpaceX bertujuan mengerahkan satu juta satelit yang beroperasi sebagai pusat data menggunakan roket Starship-nya, yang menurut perusahaan diperkirakan akan mencapai tingkat peluncuran satu penerbangan per jam, membawa muatan hingga 200 ton.

Pengumuman itu tidak mengungkapkan ketentuan keuangan akuisisi atau memberikan garis waktu untuk penempatan awal pusat data satelit tersebut.

Merger ini semakin mengintegrasikan bisnis-bisnis Musk, setelah langkahnya sebelumnya menggabungkan xAI dengan X setelah mengakuisisi platform media sosial itu pada akhir 2022.

xAI menjalankan chatbot Grok dan telah menjadi bagian sentral dari dorongan Musk ke dalam kecerdasan buatan.

Perusahaan gabungan diperkirakan akan menggabungkan sumber daya komputasi dan keahlian teknis saat Musk mengejar visinya untuk menempatkan infrastruktur komputasi AI berskala besar di luar angkasa.

SUMBER:TRT World & Agencies