TÜRKİYE
1 menit membaca
Agenda ekspansionis Israel mengancam perdamaian regional — Presiden Türkiye Erdogan
"Türkiye dan Aljazair berbagi pandangan yang sama tentang mengakhiri spiral kekerasan yang sangat mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah kita," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Agenda ekspansionis Israel mengancam perdamaian regional — Presiden Türkiye Erdogan
Erdogan menyambut Tebboune di Kompleks Kepresidenan, tempat kedua pemimpin memimpin bersama Pertemuan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi. / AA

Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan kebijakan ekspansionis Israel merupakan ancaman keamanan utama bagi kawasan.

“Agresi Israel sekali lagi menunjukkan bahwa masalah keamanan utama bagi kawasan kita adalah kebijakan ekspansionis, tanpa hukum dan melanggar norma dari pemerintahan saat ini,” kata Erdogan pada hari Kamis (7/5) dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune di ibu kota Ankara.

“Turki dan Aljazair memiliki sikap yang sama untuk mengakhiri spiral kekerasan yang secara serius mengancam perdamaian dan keamanan kawasan kita,” tambahnya.

Tebboune juga mengutuk tindakan Israel di kawasan.

“Kami mengutuk pendudukan Israel, pelanggarannya terhadap hukum humaniter internasional, serangan terang-terangan terhadap Lebanon, dan praktik-praktiknya yang biadab di Gaza,” katanya.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah Israel setujui pembangunan 100+ unit permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki

Penguatan kerja sama

Sebelumnya, Erdogan menyambut Tebboune di Kompleks Kepresidenan, di mana kedua pemimpin itu memimpin bersama Rapat Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi.

Mereka kemudian menghadiri upacara penandatanganan perjanjian bilateral.

Erdogan mengatakan bahwa Ankara bertekad untuk memperkuat kerja samanya dengan Aljazair di sektor-sektor strategis, termasuk energi, pertambangan, transportasi, dan pertanian.

Ia menambahkan bahwa kedua negara terus memperdalam kerja sama jangka panjang mengenai keamanan pasokan energi, “terutama gas alam.”

Tebboune mengatakan Aljazair dan Turki juga bertujuan untuk mendiversifikasi hubungan ekonomi dan menjaga “warisan sejarah bersama” mereka.

SUMBER:TRT World & Agencies