Indonesia perkuat kerja sama pertanian dan peternakan dengan USDA

Misi dagang USDA ke Jakarta melibatkan 41 perusahaan agribisnis dan perwakilan tiga departemen pertanian negara bagian, dengan tujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor pertanian AS.

By
Seorang petani lokal menyemprot pestisida di kebun kentang di kawasan pegunungan Dieng, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. / Arsip Reuters

Kementerian Pertanian RI mendorong perluasan kerja sama teknis dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), khususnya di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti, guna memperkuat ketahanan pangan dan daya saing peternakan nasional.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyusul kunjungan Wakil Menteri Pertanian AS untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri, Luke J. Lindberg, ke Jakarta pada Rabu (4/2).

“Kami melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama teknis dengan USDA, khususnya di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti,” ujar Agung.

Ia menegaskan penguatan biosekuriti, alih teknologi, inovasi, dan peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci memperkuat ketahanan subsektor peternakan serta mendorong hilirisasi dan nilai tambah.

Agung juga menekankan pentingnya melindungi peternak rakyat. “Peternak rakyat dan produsen kecil adalah tulang punggung subsektor peternakan kita. Setiap kerja sama perdagangan perlu dikaji secara cermat agar tidak hanya mendorong arus perdagangan, tetapi juga mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi peternak dalam negeri,” katanya.

Misi dagang USDA ke Jakarta melibatkan 41 perusahaan agribisnis dan perwakilan tiga departemen pertanian negara bagian, dengan tujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor pertanian AS.

“Misi ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengubah peluang dari perjanjian dagang bersejarah dengan Indonesia menjadi penjualan nyata bagi petani dan produsen Amerika,” kata Lindberg, seraya menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Peningkatan permintaan terhadap produk pertanian AS, ditambah dengan kerja sama bilateral yang semakin erat, berpotensi memperkuat kemitraan jangka panjang di sektor pertanian kedua negara.