Prabowo: Indonesia hanya akan lampaui batas defisit 3 persen saat krisis
Pemerintah juga merencanakan perubahan kebijakan energi dalam jangka menengah. Prabowo mengatakan subsidi bahan bakar akan dihapus secara bertahap dalam tiga tahun dan digantikan dengan pengembangan energi terbarukan.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap berpegang pada batas defisit anggaran 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan hanya akan mempertimbangkan melampauinya jika terjadi keadaan darurat besar.
Dalam wawancara dengan Bloomberg News, Prabowo mengatakan aturan tersebut tidak akan diubah dalam kondisi normal. Menurutnya, kebijakan fiskal yang disiplin tetap menjadi prioritas pemerintah.
“Kami tidak memiliki rencana untuk merevisi batas defisit, kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa opsi menaikkan defisit secara sementara hanya akan dipertimbangkan jika lonjakan harga minyak dunia berlangsung lama akibat konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Situasi tersebut dinilai berpotensi memberi tekanan besar pada anggaran negara.
Indonesia sendiri telah menerapkan batas defisit maksimal 3 persen dari PDB sejak awal 2000-an, setelah krisis finansial Asia. Kebijakan tersebut selama ini dipandang investor sebagai salah satu pilar utama stabilitas fiskal negara.
Tekanan terhadap ekonomi nasional meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring melonjaknya harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan bahan bakarnya, sementara nilai tukar rupiah juga berada dekat dengan rekor terendah.
Harga bahan bakar subsidi
Dalam wawancara tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah berusaha menghindari kenaikan harga bahan bakar bersubsidi. Namun ia mengakui kebijakan itu akan sulit dipertahankan apabila harga minyak dunia bertahan di atas $120 per barel untuk waktu yang lama.
Di sisi lain, pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga bahan bakar menjelang Idul Fitri, ketika jutaan warga Indonesia melakukan perjalanan mudik. Tahun ini diperkirakan lebih dari 100 juta orang akan bepergian selama periode tersebut.
Untuk mengurangi konsumsi energi, pemerintah sedang mengkaji sejumlah langkah penghematan, termasuk kemungkinan penerapan pekan kerja empat hari serta peningkatan penggunaan rapat secara daring.
Pemerintah juga merencanakan perubahan kebijakan energi dalam jangka menengah. Prabowo mengatakan subsidi bahan bakar akan dihapus secara bertahap dalam tiga tahun dan digantikan dengan pengembangan energi terbarukan, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memperingatkan bahwa defisit anggaran berpotensi melebar hingga 3,6 persen dari PDB apabila harga minyak rata-rata mencapai $92 per barel tahun ini dan pemerintah tidak melakukan penyesuaian belanja. Saat ini, asumsi harga minyak dalam anggaran negara ditetapkan sekitar 70 per barel.