Pengadilan Pidana Internasional (ICC) akan membuka sidang konfirmasi dakwaan pada hari Senin terhadap mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte di Den Haag dalam kasus yang menuduh kejahatan terhadap kemanusiaan, menurut media lokal.
Proses selama empat hari itu akan mencakup tinjauan tahunan atas penahanan Duterte, langkah prosedural untuk menentukan apakah ia layak berpartisipasi dalam persidangan saat berada dalam tahanan, lapor Manila Times pada hari Senin (23/2).
Para hakim akan menilai apakah terdapat alasan kuat untuk percaya bahwa Duterte melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan sehubungan dengan pembunuhan yang terkait dengan kampanye anti-narkoba saat ia menjadi wali kota Davao dan kemudian sebagai presiden dari 2016 hingga 2022.
Tim pembela Duterte dipimpin oleh pengacara Inggris-Israel Nicholas Kaufman, dengan pengacara Prancis Dov Jacobs sebagai penasihat pendamping. Penuntut dipimpin oleh Wakil Jaksa ICC Mandiaye Niang, mantan hakim internasional dan pejabat PBB.
Duterte, 80 tahun, tidak akan menghadiri sidang secara langsung maupun daring setelah melepaskan haknya untuk hadir, dengan alasan penolakannya terhadap yurisdiksi ICC dan masalah kesehatan.
Ia telah ditahan di fasilitas tahanan ICC di Den Haag sejak Maret lalu dan menghadapi tiga dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terkait dengan kematian dalam perang melawan narkoba antara 2011 dan 2019.

























