Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya tindakan nyata masyarakat internasional untuk menjamin hak pendidikan anak-anak Palestina yang terenggut akibat konflik berkepanjangan.
Pesan kuat tersebut disampaikan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, IGAK Satrya Wibawa, dalam Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis. Indonesia menyerukan penjaminan pendanaan yang berkelanjutan serta perlindungan operasional bagi Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
"Bagi Indonesia, pendidikan bukan sekadar kebutuhan di tengah konflik, melainkan fondasi utama bagi pemulihan, pembangunan, dan masa depan Palestina," ujar Satrya dalam keterangan resminya.
Satrya menambahkan bahwa anak-anak di Palestina tidak boleh kehilangan kesempatan belajar hanya karena permusuhan yang terus berlanjut dan rusaknya berbagai infrastruktur pendidikan.
Laporan terbaru UNESCO mencatat situasi memprihatinkan di kawasan tersebut. Sebanyak 745 ribu pelajar di Gaza telah kehilangan akses pendidikan selama lebih dari dua tahun ajaran sejak Oktober 2023. Angka tersebut mencakup sekitar 88 ribu mahasiswa jenjang perguruan tinggi. Sementara itu, di Tepi Barat, UNRWA mengonfirmasi ada sekitar 48 ribu siswa pengungsi yang menghadapi gangguan belajar serius akibat pengungsian paksa dan ancaman keamanan.
Sebagai bentuk komitmen nyata dari diplomasi globalnya, Indonesia terus memperluas bantuan pendidikan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Pada 9 September lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan program beasiswa jenjang magister senilai Rp22 miliar (sekitar 1,3 juta dolar AS). Program ini dialokasikan untuk 200 mahasiswa Palestina agar dapat menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tak hanya di bidang pendidikan, bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan Pemerintah Indonesia juga terus mengalir. Data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo mencatat, total bantuan kemanusiaan yang disalurkan melalui Mesir telah mencapai lebih dari 22,55 juta dolar AS hingga awal tahun ini. Jumlah tersebut mencakup pengiriman armada truk logistik berisi ratusan ton bantuan pangan dan kebutuhan dasar untuk membantu 150 ribu warga terdampak di Gaza.
Indonesia menegaskan akan terus berdiri di garis depan mendukung hak-hak bangsa Palestina, termasuk menjaga asa generasi muda mereka melalui pendidikan yang layak demi menyongsong kemerdekaan dan masa depan negaranya.






















