Indonesia-AS teken kesepakatan utama terkait pertahanan, berfokus pada tiga pilar

Selain tiga pilar kesepakatan baru, kedua menteri juga membahas sejumlah agenda strategis lain, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional.

By
Penandatanganan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) di gedung Petangon di Wahington, AS. / AP

Amerika Serikat dan Indonesia secara resmi meluncurkan kerangka baru kerja sama pertahanan yang lebih luas dengan menaikkan status hubungan bilateral menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). 

Kesepakatan ini diumumkan pada Senin (13/4) usai pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon, Washington.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara menegaskan bahwa kemitraan baru tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan pertahanan yang telah terjalin selama puluhan tahun, sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga perdamaian, keamanan, serta penghormatan terhadap kedaulatan di kawasan Indo-Pasifik.

“Kedua negara saling mengakui sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama berdasarkan saling menghormati, kedaulatan, dan kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Tiga pilar utama

Kerangka MDCP ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, peningkatan pelatihan serta pendidikan militer profesional, dan penguatan latihan bersama serta kerja sama operasional. 

Melalui pilar-pilar ini, kedua negara berupaya memperdalam interoperabilitas dan kesiapan militer dalam menghadapi tantangan regional.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan bahwa kemitraan ini akan menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi operasional sekaligus meningkatkan kompleksitas latihan bersama, baik bilateral maupun multilateral. Salah satu latihan yang menjadi sorotan adalah Super Garuda Shield, yang selama ini menjadi simbol kerja sama militer kedua negara.

“Kerja sama ini akan meningkatkan kolaborasi operasional, mendukung modernisasi pertahanan, serta memperkuat pelatihan dan interoperabilitas antara kedua militer,” ujar Parnell.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas sejumlah agenda strategis lain, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional. 

Selain itu, pihak AS memberikan apresiasi terhadap peran aktif Indonesia dalam inisiatif perdamaian global, termasuk partisipasinya dalam Dewan Perdamaian serta kontribusi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.

Kesepakatan MDCP ini sekaligus menandai langkah baru dalam hubungan pertahanan Indonesia–AS yang dinilai semakin penting di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik. 

Kedua negara menekankan bahwa kerja sama ini akan terus dikembangkan dengan berlandaskan prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama demi menjaga stabilitas regional.