DUNIA
2 menit membaca
Pemerintah tegaskan belum ada kesepakatan terkait akses udara militer AS di wilayah Indonesia
Belum ada keputusan final, Jakarta menekankan bahwa kedaulatan atas wilayah udara sepenuhnya berada di tangan Indonesia.
Pemerintah tegaskan belum ada kesepakatan terkait akses udara militer AS di wilayah Indonesia
FOTO ARSIP: Kepala Biro Informasi Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait pada 7 April 2026. (Foto: Kemhan RI)

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pembahasan dengan Amerika Serikat terkait akses penerbangan pesawat militer di wilayah udara Indonesia masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan kesepakatan apa pun. 

Hal ini disampaikan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Senin (13/4), menyusul laporan sejumlah media internasional yang menyebut adanya persetujuan awal dari pihak Indonesia.

Namun, Kementerian Pertahanan Indonesia membantah adanya keputusan final. “Ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi,” kata juru bicara Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Sejumlah laporan muncul setelah beredarnya dokumen rahasia berjudul “Operationalizing U.S. Overflight”  yang diajukan AS pada 26 Februari lalu menyebut bahwa Washington mengajukan permintaan akses yang luas, termasuk izin bagi pesawat militer Amerika untuk melintasi wilayah udara Indonesia. Bahkan, beberapa laporan menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui proposal tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tidak akan menerima pangkalan militer asing, Prabowo soroti aliansi non-blok

Dalam keterangannya, Rico menjelaskan bahwa kedua negara saat ini baru membahas dokumen awal berupa “Letter of Intent”. Draf proposal tersebut masih dalam tahap kajian internal dan belum bersifat mengikat secara hukum.

Pemerintah juga menekankan bahwa kedaulatan atas wilayah udara sepenuhnya berada di tangan Indonesia. 

Setiap bentuk kerja sama dengan negara lain, menurut kementerian, akan tetap mengacu pada kepentingan nasional serta mematuhi hukum yang berlaku di dalam negeri.

Di sisi lain, perkembangan pembahasan ini bertepatan dengan agenda pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, sebagaimana diumumkan pemerintah AS. 

Pertemuan tersebut diperkirakan akan turut membahas berbagai isu strategis, termasuk kerja sama pertahanan kedua negara.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Dimana virus Ebola bersembunyi dan perburuan bertahun-tahun untuk menemukan hewan yang menularkannya
Drone angkatan laut meledak di Pelabuhan Constanta, Rumania
DPR AS meloloskan RUU pengiriman bantuan $1,8 miliar ke Ukraina, perketat sanksi terhadap Rusia
Parlemen AS halangi upaya penghapusan integrasi militer AS-Israel dari RUU Pertahanan
Trump sebut dia akan 'merasa terhormat' bertemu pemimpin tertinggi Iran jika kesepakatan tercapai
Israel perluas invasi dan memerintahkan evakuasi di selatan Lebanon
Zelenskyy ajak Putin bertemu langsung, sebut Türkiye sebagai tuan rumah yang netral dan mungkin
Kuda hitam Türkiye: Mampukah semifinalis 2002 itu membuat kejutan di Piala Dunia 2026?
Bagaimana warga Muslim menjadi pahlawan tak dikenal dalam kebakaran hotel mematikan di New Delhi
Teknisi Lufthansa terluka setelah roda pendaratan pesawat ambruk di gerbang Bandara Frankfurt
Pengiriman kapal induk Garibaldi ke Indonesia terkendala situasi Selat Hormuz
Indonesia siapkan tanggapan terkait rencana tarif tambahan AS 10 persen
Indonesia dan Madagaskar sepakati kerja sama kemitraan bilateral
Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata baru, sepakat membuat 'zona percontohan'
Kim Jong-un berjanji untuk memperluas 'secara eksponensial' kemampuan nuklir Korea Utara
Iran luncurkan dua gelombang serangan ke aset AS di Teluk, CENTCOM sebut gagal kena sasaran
Serangan Iran hantam Bandara Internasional Kuwait, melukai beberapa dan menghentikan penerbangan
Menko Airlangga percepat aksesi Indonesia ke OECD selama kunjungan di Prancis dan Belgia
Akhir sebuah era, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bersiap jalani Piala Dunia terakhir
Iran masih meninjau proposal akhir AS, belum ada tanggapan yang dikirim: laporan