Filipina dan Jepang perkuat kerjasama keamanan di tengah ketegangan Laut China Selatan
Filipina dan Jepang mempertegas kembali komitmen bersama dalam menegakkan aturan tatanan internasional terutama di kawasan Laut China Selatan saat ketegangan di perairan tersebut meningkat.
Menteri Luar Negeri Filipina dan Jepang menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjaga tatanan internasional berbasis aturan, dengan penekanan khusus pada stabilitas dan kepatuhan hukum di Laut China Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi yang sedang berkunjung ke Filipina pada Kamis (15/01).
Dalam konferensi pers, Lazaro mengatakan kedua negara sepakat mengenai pentingnya menegakkan supremasi hukum, termasuk menjamin kebebasan navigasi dan penerbangan di kawasan perairan yang menjadi sengketa tersebut.
“Kami sama-sama mengakui pentingnya mempromosikan supremasi hukum, termasuk kebebasan navigasi dan penerbangan, terutama di Laut China Selatan,” ujar Menlu Filipina Theresa Lazaro.
Kedua pihak menyampaikan keprihatinan serius atas berlanjut dan meningkatnya upaya sepihak untuk mengubah status quo melalui penggunaan kekuatan atau tindakan koersif, baik di Laut China Timur maupun Laut China Selatan. Dalam konteks tersebut, Filipina dan Jepang sepakat untuk terus bekerja sama secara erat guna menjaga stabilitas kawasan serta menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional.
Lazaro juga menambahkan bahwa Jepang merupakan mitra strategis yang sangat penting bagi Filipina, pertemuan tingkat tinggi itu juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian bilateral, termasuk ekonomi, Keamanan, dan kerjasama Maritim.
Melansir laman resmi Kementerian Luar Negeri Jepang, Jepang sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung keketuaan Filipina di ASEAN dan menekankan stabilitas ASEAN sangat penting bagi kemakmuran seluruh kawasan.
Kedua Menteri juga membahas situasi di Venezuela dan Timur Tengah, termasuk Iran dan kebijakan mereka terhadap Korea Utara, termasuk masalah nuklir dan rudal serta masalah penculikan. Mereka menegaskan niat mereka untuk terus berkolaborasi dalam hal-hal tersebut.
Kedua negara juga membahas dan bertukar informasi strategis, termasuk memperdalam kerjasama trilateral Jepang-AS-Filipina dan keterlibatan AS di kawasan Indo-Pasifik, terutama saat ini di tengah dinamika keamanan dan geopolitik kawasan Asia-Pasifik.