Tiga jet tempur Rafale ‘siap digunakan’ tiba di Indonesia dari Prancis

Indonesia menerima tiga jet tempur Rafale buatan Prancis sebagai pengiriman awal dari kontrak pembelian 42 unit senilai US$8,1 miliar yang disepakati pada 2022.

By
Tiga jet tempur Rafale ‘siap digunakan’ tiba di Indonesia dari Prancis. /FOTO: TNI AU

Indonesia resmi menerima tiga jet tempur Rafale buatan perusahaan Prancis Dassault Aviation, menandai pengiriman perdana dari kontrak pertahanan bernilai miliaran dolar antara Jakarta dan Paris. 

Kementerian Pertahanan menyebut kedatangan pesawat tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional. 

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, mengatakan ketiga pesawat itu tiba di Indonesia pada Jumat lalu dan kini ditempatkan di sebuah pangkalan udara militer di Pekanbaru, Riau. 

3 pesawat tersebut merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$8,1 miliar yang diteken pada 2022 untuk pembelian total 42 unit Rafale.

“Kedatangan pesawat Rafale ini merupakan bagian penting dari modernisasi peralatan pertahanan TNI Angkatan Udara,” kata Rico pada Senin (26/01). Ia menambahkan bahwa seluruh proses serah terima administratif dan teknis telah rampung, sehingga pesawat-pesawat tersebut “siap digunakan” oleh TNI AU.

Pengiriman 3 pesawat gelombang pertama ini lebih cepat dari apa yang diperkirakan karena sebelumnya Indonesia memperkirakan pengiriman pada Februari atau Maret.

Kesepakatan pembelian Rafale ditandatangani ketika Prabowo Subianto masih menjabat sebagai menteri pertahanan. Latar belakang militer Prabowo membuat salah satu program utama pemerintahannya adalah memodernisasi sektor pertahanan Indonesia.

Hubungan pertahanan Indonesia–Prancis turut menguat saat Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Jakarta tahun lalu. 

Minggu lalu pada Jumat (23/01), Presiden Prabowo menghadiri undangan makan malam pribadi dari Presiden Macron, menandakan komitmen kedua negara akan kerja sama lebih kuat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis saat itu, Sebastien Lecornu, menyatakan Indonesia telah menandatangani letter of intent untuk membeli tambahan Rafale dari Dassault Aviation, meski tanpa merinci jumlah maupun jadwal pengiriman.

Selain jet tempur, Indonesia juga berkomitmen membeli frigat ringan dan kapal selam Scorpene, serta howitzer Caesar dan amunisi dari grup pertahanan Prancis-Jerman KNDS, sebagaimana disampaikan Lecornu melalui platform X.

Langkah Indonesia tidak berhenti pada kerja sama dengan Prancis. Pada Juli 2025, Jakarta juga menandatangani kontrak dengan Türkiye untuk membeli 48 jet tempur KAAN, memperluas diversifikasi sumber alutsista.