FTA Indonesia–EAEU buka akses ke blok perdagangan Eurasia senilai $2,56 Triliun

Data pemerintah menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dengan EAEU mencapai $4,52 miliar pada 2024, dengan ekspor Indonesia sebesar $1,89 miliar. Pemerintah menargetkan nilai perdagangan bilateral dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

By
Negara-negara Eurasia akan memberikan perlakuan tarif preferensial terhadap 90,5 persen pos tarif bagi produk Indonesia. / Reuters

Indonesia resmi menandai diplomasi ekonomi setelah meneken Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat di tengah meningkatnya kebijakan proteksionisme global.

Blok EAEU yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarus, dan Kyrgyzstan memiliki kekuatan ekonomi gabungan dengan produk domestik bruto sekitar $2,56 triliun dan populasi sekitar 180 juta jiwa. Melalui FTA ini, negara-negara Eurasia akan memberikan perlakuan tarif preferensial terhadap 90,5 persen pos tarif bagi produk Indonesia, yang mencakup sekitar 95,1 persen dari total impor EAEU dari Tanah Air.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa implementasi perjanjian ini akan memangkas bea masuk hingga mendekati nol persen, meski rincian tarif belum diumumkan. FTA Indonesia–EAEU ditargetkan mulai berlaku efektif pada 2027.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan pentingnya penguatan hubungan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Kesepakatan ini dinilai membuka peluang diversifikasi pasar ekspor.

Nilai perdagangan

Data pemerintah menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dengan EAEU mencapai $4,52 miliar pada 2024, dengan ekspor Indonesia sebesar $1,89 miliar dan neraca masih menguntungkan pihak Eurasia. Pemerintah menargetkan nilai perdagangan bilateral tersebut dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Rusia menjadi mitra dagang terbesar Indonesia di dalam EAEU. Sepanjang Januari–Oktober 2025, ekspor lemak hewani dan minyak nabati Indonesia ke Rusia tercatat $813 juta, sementara ekspor alas kaki mencapai $21,7 juta. Angka ini masih jauh di bawah ekspor ke Amerika Serikat, yang masing-masing hampir $1,8 miliar untuk minyak nabati dan $2,3 miliar untuk alas kaki.

Selain memberikan akses pasar bagi produk Indonesia, perjanjian ini juga mengatur konsesi bagi EAEU. Indonesia akan menurunkan tarif rata-rata impor dari negara-negara Eurasia dari 10,2 persen menjadi sekitar 2 persen pada 90 persen pos tarif.

FTA Indonesia–EAEU mencakup 15 bab, mulai dari akses pasar, fasilitasi perdagangan, hingga kerja sama ekonomi. Produk-produk unggulan Indonesia seperti sawit, kakao, kopi, tekstil, alas kaki, perikanan, dan elektronik diproyeksikan memperoleh daya saing lebih tinggi di pasar Eurasia.