Banjir di Aceh hancurkan ratusan lokasi telekomunikasi, operator bergegas pulihkan layanan
Banjir besar di Aceh merusak hampir 800 site telekomunikasi, memicu gangguan layanan di jaringan Telkomsel, Indosat, dan XLSmart. Operator masih berupaya memulihkan jaringan di tengah akses jalan yang terputus dan listrik yang padam.
Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa banjir besar yang melanda Provinsi Aceh pada Rabu, 26 November menyebabkan gangguan serius pada jaringan telekomunikasi, dengan 799 site atau sekitar 1,42 persen dari total 34.600 site nasional tidak beroperasi.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, kementerian mengatakan infrastruktur terdampak mencakup jaringan milik PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk berdasarkan data Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) yang telah berkoordinasi dengan para operator.
Dilansir dari laporan Antara, laporan alarm yang diterima PMT, XLSmart Telecom melaporkan 208 site terganggu (9,61 persen dari total 2.165 site) pada Rabu pukul 16.30 WIB. Indosat kemudian melaporkan 334 site terdampak (9,08 persen dari 3.677 site) pada pukul 17.50 WIB. Sementara itu, Telkomsel melaporkan 254 site tidak beroperasi (3,75 persen dari 6.773 site) sejak pukul 07.41 WIB.
Kementerian tersebut menjelaskan bahwa gangguan terutama dipicu terputusnya suplai listrik PLN dan kerusakan transmisi.
Upaya pemulihan sedang dilakukan menggunakan generator sebagai pasokan daya sementara, namun akses jalan yang masih terendam menghambat distribusi peralatan ke titik lokasi. Operator juga melakukan rerouting jaringan untuk mengatasi gangguan transmisi sambil melakukan verifikasi lapangan lebih lanjut.
Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital saat ini terus memantau kualitas layanan telekomunikasi pasca banjir dan longsor di Aceh.
Pemerintah berjanji akan bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Banda Aceh serta pemerintah daerah guna memastikan layanan tetap berjalan andal bagi masyarakat di tengah situasi darurat.
Hingga kini, total korban meninggal akibat banjir telah mencapai 127 orang di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sementara ratusan warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Tim SAR, TNI–Polri, dan relawan terus melanjutkan operasi pencarian di tengah kondisi medan yang sulit, dengan pemerintah daerah menyerukan kewaspadaan tinggi mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut.