PERANG GAZA
2 menit membaca
Ketua MPR RI serukan penghentian konflik Timur Tengah dan tegaskan dukungan untuk Palestina
Muzani mengatakan konstitusi mengamanatkan Indonesia berkontribusi menciptakan ketertiban dunia berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Prinsip itu sejalan dengan politik luar negeri bebas-aktif.
Ketua MPR RI serukan penghentian konflik Timur Tengah dan tegaskan dukungan untuk Palestina
Muzani menegaskan keberpihakan Indonesia pada perjuangan rakyat Palestina memiliki landasan historis dan konstitusional. / Reuters

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan posisi Indonesia terhadap Palestina tetap konsisten, serta menyerukan penghentian perang di Timur Tengah dan berbagai wilayah konflik dunia. Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penyelesaian sengketa melalui diplomasi harus menjadi pijakan bersama.

Dalam pidato pengantar pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8), Muzani mengatakan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak ditujukan sebagai bentuk permusuhan terhadap agama maupun bangsa tertentu.

"Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina berakar pada sejarah perjuangan bangsa dan konstitusi," ungkap Muzani.

Menurutnya, keberpihakan Indonesia pada perjuangan rakyat Palestina memiliki landasan historis dan konstitusional. Pengalaman panjang bangsa Indonesia di bawah penjajahan membuat Indonesia tidak dapat mengabaikan penderitaan bangsa lain yang masih menghadapi pendudukan dan kekerasan.

Muzani menegaskan rakyat Palestina berhak memperoleh kemerdekaan, kedaulatan, serta kehidupan yang bermartabat di tanah air mereka. Ia menyatakan Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina.

Dorong diplomasi perdamaian

Pada kesempatan yang sama, Ketua MPR menyerukan agar konflik bersenjata di Timur Tengah dan kawasan lain dihentikan. Menurutnya, tindakan menyerang negara berdaulat tidak dapat dibenarkan karena setiap bangsa memiliki hak atas wilayah dan kemerdekaan politiknya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada negara yang berhak menentukan masa depan bangsa lain. Karena itu, Muzani mendorong negara-negara mengedepankan diplomasi dan mempertahankan ruang dialog untuk menyelesaikan perbedaan.

“Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai,” kata Muzani.

Ia menjelaskan kedaulatan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan suatu bangsa menentukan arah sendiri, tetapi juga mencakup perlindungan wilayah dan rakyat, pengelolaan sumber daya, serta pengambilan keputusan berdasarkan kepentingan nasional dan prinsip yang dianut.

Muzani mengatakan amanat konstitusi mengarahkan Indonesia untuk berperan dalam menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan politik luar negeri bebas-aktif yang memungkinkan Indonesia menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional tanpa berpihak pada blok tertentu.

Ia menegaskan Indonesia akan terus menolak perang sebagai instrumen penyelesaian perselisihan antarnegara. Muzani kemudian mengutip prinsip yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto, “seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia kecam penolakan Israel atas peta jalan pemulihan Gaza, desak implementasi Resolusi PBB


SUMBER:TRT Indonesia