ASIA
2 menit membaca
Rakor DPR dan pemerintah: fokus pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global
Pemerintah mengatakan kenaikan harga minyak memberikan tekanan terhadap inflasi dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.
Rakor DPR dan pemerintah: fokus pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global
FOTO ARSIP: Sesi rapat di gedung DPR RI, Jakarta, Indonesia.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah menggelar rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (29/6), dengan fokus utama pada kondisi pertumbuhan ekonomi nasional serta langkah mitigasi terhadap dinamika terbaru yang berkembang.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pertemuan tersebut dirancang untuk membahas dua agenda besar, yakni evaluasi ekonomi sekaligus respons terhadap berbagai tantangan yang muncul dalam beberapa waktu terakhir. 

“Hari ini DPR mengadakan rapat koordinasi terkait pertumbuhan ekonomi sekaligus membahas mitigasi atas sejumlah perkembangan terkini,” ujarnya di Senayan.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai perwakilan pemerintah. Selain itu, pimpinan DPR serta jajaran Komisi XI yang membidangi sektor keuangan dan ekonomi turut ambil bagian dalam diskusi.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia pantau dampak kesepakatan damai AS-Iran terhadap harga BBM nasional

Dalam kesempatan itu, Mari Elka menjelaskan bahwa pihaknya diminta memberikan gambaran terkini mengenai kondisi ekonomi, termasuk strategi menghadapi tekanan baik dari faktor global maupun domestik. 

Ia menyebut materi yang disampaikan sejalan dengan paparan yang sebelumnya telah diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Mari Elka, seluruh pihak yang hadir memiliki pandangan yang seragam terkait situasi global yang tengah dihadapi. 

“Semua sepakat bahwa kita sedang menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian, dan yang terpenting adalah bagaimana negara mampu merespons situasi tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek sebagai langkah antisipatif. Dampak dari gejolak global, lanjutnya, sudah mulai dirasakan di dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga energi.

Mari Elka menambahkan kenaikan harga minyak memberikan tekanan terhadap inflasi dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.

TerkaitTRT Indonesia - Empat ditetapkan tersangka usai demo di Surabaya, protes harga BBM dan MBG meluas
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi