Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group, untuk membangun proyek kawasan terpadu di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia menarik investasi global bagi pengembangan ibu kota baru.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian alokasi lahan di Dubai pada Jumat. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, dan Chairman Ayedh Dejem Group, Sheikh Ayedh Dejem, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi OIKN yang dirilis Minggu.
Dalam kerja sama ini, Ayedh Dejem Group memperoleh hak pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, yang berlokasi di sekitar Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi area multifungsi yang mencakup perkantoran, fasilitas komersial, pusat perbelanjaan, serta sebuah masjid.
Sheikh Ayedh Dejem menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru. “Terdapat pertumbuhan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Insyaallah, ekonomi di Nusantara akan berkembang pesat dan mendorong kebutuhan proyek berskala besar,” ujarnya saat penandatanganan.
Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, menyebut penandatanganan ini sebagai capaian strategis dalam perjalanan pembangunan IKN. Ia mengungkapkan nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp4 triliun.Tahapan awal proyek akan difokuskan pada penyusunan desain rinci, pengurusan perizinan, serta proses lelang kontraktor, yang diperkirakan berlangsung hingga 18 bulan.
Penandatanganan turut dihadiri sejumlah pejabat OIKN, termasuk Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Alimuddin, serta perwakilan dari direktorat investasi, pembiayaan, dan sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi dengan investor global, OIKN menegaskan bahwa pembangunan Nusantara diarahkan untuk mewujudkan visi sebagai “World City for All”, sebuah kota masa depan yang dibangun melalui kemitraan internasional dan partisipasi sektor swasta.












