DUNIA
2 menit membaca
Indonesia dan Rusia berpeluang teken sejumlah kesepakatan baru pada September
Dubes Rusia untuk RI memberi sinyal rencana penandatanganan kesepakatan bilateral baru di sela agenda EEF di Vladivostok, beriringan dengan potensi pertemuan tatap muka Presiden Prabowo dan Putin.
Indonesia dan Rusia berpeluang teken sejumlah kesepakatan baru pada September
Putin dan Prabowo berjalan usai pertemuan di Kremlin, Moskow, 13 April 2026. (Foto: AP)

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov memberi sinyal bahwa sejumlah nota kesepahaman dan kontrak kerja sama baru antara Jakarta dan Moskow berpeluang diteken pada awal September mendatang.

Penandatanganan tersebut diproyeksikan berlangsung di sela perhelatan Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum / EEF) ke-11 yang digelar di Vladivostok, Rusia, pada 1–4 September.

Meski demikian, Tolchenov mengimbau publik untuk tetap menanti pengumuman resmi terkait detail kesepakatan yang akan diteken kedua negara.

Pihak Kedutaan Besar Rusia di Jakarta saat ini juga tengah mematangkan persiapan terkait potensi pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela forum tersebut.

Kepastian jadwal pertemuan tatap muka antarkepala negara itu diperkirakan bakal diumumkan secara resmi oleh pihak Istana Kepresidenan RI maupun Kremlin menjelang akhir pekan.

Menurut Tolchenov, komunikasi intensif yang terjalin erat antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin diharapkan dapat mempermudah finalisasi berbagai draf kerja sama hingga membuahkan hasil nyata bagi kedua negara.

Fokus pembicaraan bilateral tersebut diproyeksikan mencakup rantai pasok kebutuhan strategis Indonesia, termasuk suplai gandum, minyak bumi, dan pupuk dari Rusia.

Sebelumnya, Presiden Putin sempat menyampaikan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Presiden Prabowo di Vladivostok lewat surat ucapan resmi HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus lalu.

Kedua pemimpin negara terakhir kali bertemu langsung di Moskow pada April lalu dalam pembicaraan bilateral yang membahas penguatan sektor energi, pertanian, kedirgantaraan, farmasi, serta industri manufaktur.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia mulai impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan 150 juta barel
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Türkiye gandeng Indonesia, Qatar, dan Pakistan kembangkan produksi alutsista bersama
Kebakaran hutan meluas, Presiden Prabowo sindir negara yang suka hina Indonesia
Ancam turunkan status pasar saham RI, Presiden Prabowo sebut MSCI coba intimidasi Indonesia
Indonesia dan Portugal sepakati pengakuan sertifikat awak kapal perikanan
Uni Eropa kucurkan bantuan Rp4,02 miliar tangani dampak kekeringan di Indonesia
Indonesia desak akses pendidikan Palestina dijamin, BAZNAS salurkan beasiswa Rp22 miliar
Apa itu virus dengue?
Presiden Prabowo beri penghargaan kepada 140 personel Polri usai misi PBB di Afrika Tengah
Menlu Indonesia tegaskan komitmen perkuat PBB dan dorong reformasi multilateralisme
Indonesia dorong OKI perkuat penyelesaian konflik internal dan dukungan bagi Palestina
Indonesia dan Australia kerahkan kapal perang saat latihan bersama, perkuat kekuatan maritim
Guterres apresiasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, soroti peran stabilisasi di Afrika Tengah
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Guterres temui Presiden Prabowo, apresiasi dukungan Indonesia terhadap perdamaian global
Dievakuasi dari pohon setinggi 10 meter, orang utan korban karhutla di Kotim selamat
Kebakaran hutan di Kalimantan kian parah, penyelamatan orang utan melonjak tajam
Indonesia buka pintu bantuan asing tangani kebakaran hutan dan lahan
Keris Woomera 2026: Australia sebut Indonesia mitra penting pertahanan strategis dan geografis
MUI desak pembatalan konser Andrea Bocelli di Indonesia terkait dukungan terhadap Israel
Indonesia-Rusia perkuat kerja sama teknik militer dan pengembangan industri pertahanan