Spanyol dan lima negara Amerika Latin menolak “aksi militer AS” di Venezuela
Lima negara tersebut dalam pernyataan bersama menyerukan PBB untuk turun tangan membantu meredakan situasi di Venezuela.
Spanyol dan lima negara Amerika Latin—Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, dan Uruguay—menyatakan keprihatinan mendalam menyusul operasi militer Amerika Serikat di Venezuela, seraya memperingatkan risiko terhadap stabilitas kawasan.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus penolakan atas tindakan militer yang dilakukan secara sepihak di wilayah Venezuela, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional, khususnya larangan penggunaan dan ancaman kekuatan, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara sebagaimana diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata keenam negara tersebut dalam pernyataan bersama pada Minggu.
Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengatakan aksi militer AS di Venezuela berujung pada “penangkapan” Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump juga berjanji akan menegaskan kendali Amerika atas negara tersebut untuk sementara waktu, dengan melibatkan pasukan AS bila diperlukan.
Keduanya mendarat di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di sebuah pusat penahanan di Brooklyn. Mereka menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok geng yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Maduro membantah tuduhan tersebut, sementara para pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, menyerukan pembebasan pasangan itu.
“Kami menegaskan kembali bahwa situasi di Venezuela harus diselesaikan secara eksklusif melalui cara-cara damai, melalui dialog, perundingan, serta penghormatan terhadap kehendak rakyat Venezuela dalam segala bentuknya, tanpa campur tangan eksternal dan sesuai dengan hukum internasional,” ujar keenam negara tersebut.
Seruan kepada PBB untuk de-eskalasi
Mereka mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk berkontribusi dalam meredakan ketegangan dan menjaga perdamaian kawasan.
“Kami menyatakan keprihatinan atas setiap upaya pengendalian pemerintahan, administrasi, atau penguasaan eksternal atas sumber daya alam atau strategis, yang tidak sejalan dengan hukum internasional dan mengancam stabilitas politik, ekonomi, dan sosial kawasan,” kata mereka.
Pada Sabtu, Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengawasi pemerintahan Venezuela selama masa transisi sementara setelah penangkapan Maduro.
“Kami akan menjalankan negara itu sampai tiba waktunya dilakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump dalam konferensi pers.