Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta, menandai penguatan hubungan dua negara demokrasi besar di Asia yang kian intensif dalam beberapa tahun terakhir.
Kunjungan selama tiga hari ini difokuskan pada penyelesaian sejumlah kesepakatan strategis, mulai dari pertahanan hingga ketahanan pangan.
PM Modi tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Senin (6/7) sore dengan pengawalan tiga jet tempur F-16 dan dua Sukhoi saat memasuki wilayah udara Indonesia. Presiden Prabowo menyambut langsung di bawah tangga pesawat, diikuti prosesi kehormatan militer, dentuman meriam salvo, serta pertunjukan budaya yang mencerminkan keramahan Indonesia.
Agenda berlanjut di Istana Merdeka pada Selasa pagi (7/7), ketika kedua pemimpin kembali bertemu dalam upacara resmi yang diawali dengan lagu kebangsaan kedua negara. Setelah sesi perkenalan delegasi, Prabowo dan Modi menggelar pertemuan tertutup empat mata yang dilanjutkan dengan pembicaraan bilateral dan jamuan kenegaraan.
Dalam kunjungan ini, kedua negara menargetkan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman di bidang kesehatan, teknologi, farmasi, ruang angkasa, dan ketahanan pangan.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan, “Beberapa kesepakatan sedang dalam proses, sebagian akan diselesaikan tepat waktu, dan tetap akan ada hasil konkret dari kunjungan ini.”
Selain itu, kerja sama pertahanan turut menjadi fokus, termasuk pembahasan sistem rudal BrahMos—proyek gabungan India dan Rusia—serta isu keamanan maritim dan penanggulangan pembajakan. Sebelumnya, pembicaraan mengenai potensi kesepakatan rudal dengan Indonesia disebut bernilai antara 200 juta hingga 350 juta dolar AS.
Di sektor ekonomi, India tetap menjadi salah satu pembeli utama komoditas Indonesia seperti minyak sawit dan batu bara. Kedua negara juga membahas dinamika kebijakan ekspor Indonesia, dengan New Delhi menilai langkah tersebut sebagai bagian dari solusi bersama.
Hubungan sejak 1951
Kunjungan ini juga mencakup agenda budaya, di mana Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan di Yogyakarta. Kedua negara direncanakan mengumumkan dimulainya proyek restorasi kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.
Hubungan Jakarta–New Delhi yang telah terjalin sejak 1951 terus berkembang mencakup perdagangan, investasi, pertahanan, hingga hubungan antarmasyarakat. Sejumlah pengamat menilai kedua negara berpotensi semakin selaras dalam isu global.
“Kedua pemimpin diharapkan mencapai pandangan dunia yang lebih sejalan di tengah dinamika geopolitik saat ini,” tulis analis Rajiv Bhatia.
Kunjungan ini menjadi kelanjutan dari pertemuan kedua pemimpin di New Delhi tahun lalu, sekaligus mempertegas upaya memperdalam kemitraan strategis Indonesia–India di tengah perubahan lanskap global.





















